PENJADWALAN FLOWSHOP DENGAN KEDATANGAN ORDER DINAMIS UNTUK MEMINIMASI NILAI TARDINESS (Studi kasus pada Intan Collection)

Budiman, Aris (2021) PENJADWALAN FLOWSHOP DENGAN KEDATANGAN ORDER DINAMIS UNTUK MEMINIMASI NILAI TARDINESS (Studi kasus pada Intan Collection). Diploma thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of Abstrak_122160083_Aris Budiman.pdf] Text
Abstrak_122160083_Aris Budiman.pdf

Download (36kB)
[thumbnail of Cover_122160083_Aris Budiman.pdf] Text
Cover_122160083_Aris Budiman.pdf

Download (87kB)
[thumbnail of Daftar Isi_122160083_Aris Budiman.pdf] Text
Daftar Isi_122160083_Aris Budiman.pdf

Download (39kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_122160083_Aris Budiman.pdf] Text
Daftar Pustaka_122160083_Aris Budiman.pdf

Download (14kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan_122160083_Aris Budiman (1).pdf] Text
Lembar Pengesahan_122160083_Aris Budiman (1).pdf

Download (217kB)
[thumbnail of Skripsi Full Text_122160083_Aris Budiman.pdf] Text
Skripsi Full Text_122160083_Aris Budiman.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan jadwal produksi di Intan Collection
menggunakan algoritma Nawas, Enscore, and Ham (NEH) dengan priority rule.
Intan Collection merupakan perusahaan yang menyediakan jasa pembuatan kaos
dan pakaian dinas lapangan. Perusahaan menerapkan sistem produksi Make To
Order (MTO), dimana proses produksi akan dilakukan setelah adanya pesanan dari
konsumen. Proses produksi dilakukan dengan aliran produksi flowshop melalui
tujuh stasiun kerja yaitu Pemotongan, Obras (assembly), Overdeck, Sablon, Pasang
Kancing, Finishing, dan Packing. Perusahaan memprioritaskan pesanan yang
datang terlebih dahulu untuk dikerjakan, kemudian dilanjutkan dengan pesanan�pesanan berikutnya. Hal tersebut menyebabkan terjadinya keterlambaan
penyelesaian pesanan, sehingga membuat perusahaan melakukan overtime.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah algoritma NEH dengan
priority rule Earliest Due Date with Longest Procesing Time (EDD-LPT) dan NEH
dengan priority rule Earliest Due Date with Shortest Processing Time (EDD-SPT).
Priority rule digunakan sebagai langkah awal (initial) sebelum dilakukan langkah
iterasi menggunakan algoritma NEH. Penjadwalan dilakukan dengan
memperhatikan duedate dan waktu proses dari setiap pesanan. Metode tersebut
digunakan untuk meminimasi nilai tardiness pada produksi perusahaan sehingga
dapat mengurangi biaya overtime yang dikeluarkan perusahaan dalam
menyelesaikan pesanan-pesanan yang ada. Ukuran performansi yang digunakan
yaitu mean tardiness dan mean lateness. Pengurutan jadwal dengan nilai mean
tardiness terkecil menjadi solusi optimal dari alternatif-alternatif yang dibuat
dengan langakah algoritma NEH.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjadwalan menggunakan algoritma
NEH dengan priority rule Earliest Due Date with Longest Procesing Time (EDD�LPT) dapat meminimasi nilai tardiness dari 11 hari menjadi 1 hari dengan
persentase penurunan sebesar 90,91%. Menurunya nilai tardiness, menyebabkan
biaya overtime yang dikeluarkan perusahaan turun dari Rp3.500.000 menjadi
Rp555.000. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam
penelitian memberikan performansi yang lebih baik daripada metode penjadwalan
yang digunakan perusahaan.
Kata kunci: Flowshop, Make to Order, Tardiness, Biaya Overtime, Priority Rule

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Flowshop, Make to Order, Tardiness, Biaya Overtime, Priority Rule
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 08 Sep 2023 08:05
Last Modified: 08 Sep 2023 08:05
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/37430

Actions (login required)

View Item View Item