KAJIAN TEKNIS PENGERINGAN CERUK PIT X UNTUK DILAKUKAN PENAMBANGAN KEMBALI PADA TAMBANG BATUBARA PT. ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA

SIREGAR, JEREMIA CHRISTOPHER HERBERT (2020) KAJIAN TEKNIS PENGERINGAN CERUK PIT X UNTUK DILAKUKAN PENAMBANGAN KEMBALI PADA TAMBANG BATUBARA PT. ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA. Diploma thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 1 KAJIAN TEKNIS PENGERINGAN CERUK PIT X UNTUK DILAKUKAN PENAMBANGAN KEMBALI PADA TAMBANG BATUBARA.pdf] Text
1 KAJIAN TEKNIS PENGERINGAN CERUK PIT X UNTUK DILAKUKAN PENAMBANGAN KEMBALI PADA TAMBANG BATUBARA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[thumbnail of cover.pdf] Text
cover.pdf

Download (258kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (155kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (295kB)
[thumbnail of lembar pengesahan.pdf] Text
lembar pengesahan.pdf

Download (252kB)
[thumbnail of ringkasan(abstrak).pdf] Text
ringkasan(abstrak).pdf

Download (271kB)

Abstract

Penelitian dilakukan di PT Adimitra Baratama Nusantara Ceruk Pit X
Tambang Sanga-sanga UPTE Kalimatan Timur. Ceruk tersebut merupakan lubang
bekas penambangan dengan daerah tangkapan hujan yang sangat luas. Ceruk
tersebut akan dikeringkan untuk memulai kegiatan penambangan kembali, sehingga
perlu dikeringkan. Kegiatan pengeringan yang saat ini menggunakan metode mine
drainage dengan membuat saluran terbuka di sekeliling ceruk yang bertujuan
mencegah air limpasan masuk ke dalam ceruk dan mine dewatering dengan
pemompaan. Kegiatan pengeringan tersebut belum optimal, hal itu dapat dilihat dari
permukaan air pada ceruk yang tidak mengalami penurunan, sehingga perlu dikaji
dan diusulkan alternatif pemompaan yang paling efektif.
Pada penelitian ini, perhitungan debit air limpasan dilakukan menggunakan
rumus rasional, padamana pengolahan curah hujan dilakukan dengan distribusi
Gumbel dengan periode ulang hujan selama 3 tahun. Penguapan air yang terjadi
dihitung menggunakan metode Mock yang dapat menggambarkan penguapan yang
terjadi setiap bulannya. Rembesan air dari ceruk ke dalam tanah diabaikan. Debit
air limpasan dan penguapan akan mempengaruhi neraca air pada ceruk. Neraca air
digunakan sebagai dasar dalam menentukan alternatif pemompaan.
Pada saat penelitian dilakukan, volume air pada ceruk yaitu 801.154,9 m3.
Sumber aliran air masuk (inflow) ke ceruk ini berasal dari air limpasan dengan debit
total 6,49 m3/detik atau 39.835,76 m3/hari, sedangkan sumber aliran air keluar
(outflow) dari ceruk terjadi akibat evapotranspirasi dari catchment area, evaporasi
dari ceruk, dan kapasitas pompa yang memiliki debit rata-rata masing-masing
sebesar 115.635,44 m3/bulan, 21.379,88 m3/bulan, dan 518.400 m3/bulan.
Rekomendasi saluran terbuka memiliki dimensi yang lebih kecil daripada dimensi
saluran terbuka aktual, sehingga dimensi saluran terbuka aktual sudah mampu
mencegah masuknya air limpasan ke lokasi ceruk.
Berdasarkan beberapan usulan alternatif pemompaan, alternatif II yaitu
dengan menaikkan putaran impellersebesar 250 RPM (rotasi per menit) merupakan
alternatif yang dipilih untuk pengeringan ceruk. Waktu yang dibutuhkan untuk
mengeringkan ceruk selama 99 hari.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 07 Sep 2023 07:52
Last Modified: 08 Sep 2023 03:38
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/37414

Actions (login required)

View Item View Item