KAJIAN KEEFEKTIVITASAN PEMAKAIAN DEMULSIFIER UNTUK PENANGGULANGAN EMULSI PADA FLUIDA PRODUKSI LAPANGAN MINYAK “Y”

Chandra Angkasa Putra, Restu (2014) KAJIAN KEEFEKTIVITASAN PEMAKAIAN DEMULSIFIER UNTUK PENANGGULANGAN EMULSI PADA FLUIDA PRODUKSI LAPANGAN MINYAK “Y”. Other thesis, UPN ''VETERAN'' YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
RINGKASAN.pdf

Download (101kB) | Preview

Abstract

Salah satu masalah produksi yang timbul pada Lapangan Kaji Semoga adalah terbentuknya emulsi antara minyak dan air yang cukup stabil, dan ikut terproduksinya air dipermukaan. Tingginya kadar air yang terproduksi dari sumursumur Lapangan Kaji Semoga ini umumnya menimbulkan emulsi. Emulsi merupakan campuran antara dua macam fluida immicible, sifat dan stabilitasnya dipengaruhi beberapa faktor seperti temperatur, viskositas, agitasi dan komposisi kimia dari minyak pembentuk emulsi tersebut. Faktor-faktor tersebut relatif berubah setiap saat untuk suatu sumur minyak, sehingga ada kecenderungan perubahan sifat dari emulsi sejalan dengan waktu produksi. Emulsi yang terbentuk di lapangan ini tidak bisa dipisahkan hanya dengan metode mekanik saja, oleh karena itu diperlukan injeksi demulsifier ke dalam emulsi tersebut agar minyak dapat terpisah dari air. Untuk itu perlu dilakukan kajian tentang efektivitas penggunaan demulsifier dalam menangani masalah emulsi agar pemakaian demulsifier bisa secara tepat dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode mekanik dengan gravity settling, panas dan centrifugal serta metode kimia dengan menggunakan demulsifier. Pada penulisan Skripsi ini akan dibahas tentang analisa penggunaan demulsifier Amex Break seri A, B dan C dalam proses pemecahan emulsi pada Sumur K-206 dan Stasiun Pengumpul Lapangan Kaji Semoga sebagai sampelnya. Dari kajian keefektifitas pemakaian demulsifier dengan melalui uji botol di laboratorium diketahui bahwa Sumur K-206 dari wellhead untuk demulsifier Amex break A dosis optimal pemakaian pada 10 ppm, temparatur 60⁰ C didapat pemisahan air sebanyak 72 % dengan BS&W sebesar 0,28 % dan untuk seri B dosis optimal pemakaian pada 20 ppm, temparatur 50⁰ C didapat pemisahan air sebanyak 73 % dengan BS&W sebesar 0,22 % serta untuk seri C dosis optimal pemakaian pada 5 ppm, temparatur 40⁰ C didapat pemisahan air sebanyak 73,2 % dengan BS&W sebesar 0,16 %. Sedangkan untuk Stasiun Pengumpul untuk demulsifier Amex break A dosis optimal pemakaian pada 5 ppm, temparatur 40⁰ C didapat pemisahan air sebanyak 72,2 % dengan BS&W sebesar 0,41 % dan untuk seri B dosis optimal pemakaian pada 15 ppm, temparatur 50⁰ C didapat pemisahan air sebanyak 72 % dengan BS&W sebesar 0,45 % serta untuk seri C dosis optimal pemakaian pada 10 ppm, temparatur 40⁰ C didapat pemisahan air sebanyak 73,6 % dengan BS&W sebesar 0,37 %.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Erny Azyanti
Date Deposited: 15 Jun 2016 01:01
Last Modified: 15 Jun 2016 01:01
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/3726

Actions (login required)

View Item View Item