GEOLOGI DAN ANALISIS CORE DAN CUTTING UNTUK PERENCANAAN MUD PROPERTIES PEMBORAN PADA TRAYEK BW 2 ½” SUMUR NGE-01A DI LAPANGAN PANAS BUMI NAGE, KABUPATEN NGADA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

NUGROHO, ARDHYA NARENDRA KUSUMA (2023) GEOLOGI DAN ANALISIS CORE DAN CUTTING UNTUK PERENCANAAN MUD PROPERTIES PEMBORAN PADA TRAYEK BW 2 ½” SUMUR NGE-01A DI LAPANGAN PANAS BUMI NAGE, KABUPATEN NGADA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyajarta.

[thumbnail of Abstrak_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf] Text
Abstrak_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf

Download (279kB)
[thumbnail of Cover_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf] Text
Cover_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf

Download (87kB)
[thumbnail of Daftar Isi_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf] Text
Daftar Isi_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf

Download (108kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf] Text
Daftar Pustaka_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf

Download (568kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf] Text
Lembar Pengesahan_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Skripsi Full_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf] Text
Skripsi Full_111190087_Ardhya Narendra Kusuma Nugroho.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (65MB)

Abstract

4
SARI
Secara geografis Lapangan Panas Bumi Nage berada di Desa Tiworiwu-1
Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan
termasuk ke dalam zona 51 Southern Hemisphere. Lapangan panas bumi memiliki
masalah pemboran, di mana salah satunya adalah permasalahan shale berupa
swelling ataupun sloughing jika terjadi kontak dengan air. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kondisi geologi Lapangan Panas Bumi Nage dan melakukan
analisis properti lumpur pada sumur eksplorasi PT. Petrotec Guna Perkasa.
Penentuan properti lumpur dilakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan
shale ketika aktivitas pemboran. Penelitian ini meliputi analisis core dan cutting
batuan menggunakan metode sayatan tipis, XRD, dan MBT untuk menentukan
kandungan dan jenis lempung di pada Sumur NGE-01A.
Berdasarkan hasil analisis citra, daerah penelitian memiliki dua pola
pengaliran berupa radial dan sentripetal dan terdiri dari tiga bentuk lahan berupa
bentuk lahan Tubuh Gunungapi (V1), bentuk lahan Kaldera Gunungapi (V2),
bentuk lahan Kompleks Kerucut Gunung Api (V3). Geologi daerah penelitian dari
tua ke muda terdiri dari Vulkanik Kenowe (TpKv), Vulkanik Wolo Deru (QDv),
Vulkanik Wolo Batulaba (QBlv), Lava Wolo Piu (QPl), Lava Bena (QBl), Jatuhan
Piroklastik Wolo Piu (QPjp), Jatuhan Piroklastik Bena (QBjp), Kerucut Piroklastik
Hobolida (QHp), Kerucut Piroklastik Bobo (QBp), Aliran Piroklastik Inerie 1
(QIap-1), Lava Inerie 1 (QIl-1), Aliran Piroklastik Inerie 2 (QIap-2), Aliran
Piroklastik Inerie 3 (QIap-3), Lava Inerie 2 (QIl-2), dan Aluvium (Qal).
Berdasarkan data hasil pemboran, stratigrafi sumur daerah penelitian dari
tua ke muda tersusun atas Satuan Andesit Basaltik Vulkanik Kenowe (TpKv) dan
Satuan Andesit Porfiri, Satuan Andesit, Satuan Breksi Vulkanik dan Satuan Tuff
Lava Bena (QBl). Struktur geologi pada daerah penelitian terbentuk dari gaya
kompresi subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia dengan
kelurusan NW – SE.
Zona himpunan mineral pada daerah penelitian dikelompokkan menjadi
Zona Monmorilonit – Hematit yang terbentuk pada suhu 20⁰ - 240⁰ C yang berperan
sebagai zona tudung dari sistem panas bumi Nage; dan zona himpunan mineral
5
Zona Klorit – Epidot – Illit yang terbentuk pada suhu 240⁰ - 310⁰ C yang berperan
sebagai reservoir dari sistem panas bumi Nage.
Hasil analisis sayatan tipis, XRD, dan MBT menunjukkan bahwa
direkomendasikan penggunaan lumpur pemboran water-based mud dengan jenis
KCL-Polymer (Non-Dispersed KCL Mud) untuk mencegah terjadinya swelling
selama proses pemboran di trayek BW 2 ½.
Model konseptual Lapangan Panas Bumi Nage terdiri atas batuan sumber
panas berupa intrusi batuan beku, reservoir dari batuan vulkanik tua berumur
Tersier yang terdeformasi dengan suhu reservoir 2200 – 3400 C, batuan tudung yang
tersusun atas alterasi mineral lempung berupa monmorilonit dengan tipe alterasi
argilik, recharge area dari dataran tinggi kaldera, manifestasi berupa mata air panas
dengan tipe air sulfat dan klorida bersuhu permukaan 650 – 800 C yang keluar
melalui sesar, di mana menunjukkan zona upflow.
Kata Kunci : Geologi, Panas Bumi, Alterasi, Properti Lumpur, Model Konseptual
vii
ABSTRACT
Geographically, the Nage Geothermal Field is located in Tiworiwu-1
Village, Jerebuu District, Ngada Regency, East Nusa Tenggara Province, and falls
within the Southern Hemisphere's zone 51. The geothermal field faces drilling
issues, including shale-related problems such as swelling or sloughing upon
contact with water. This study aims to understand the geological conditions of the
Nage Geothermal Field and analyze mud properties in the exploration well of PT.
Petrotec Guna Perkasa. Determining mud properties is done to prevent shale-
related problems during drilling activities. The research includes core and cutting
rock analysis using thin section methods, XRD, and MBT to determine clay content
and types in the Well NGE-01A.
Based on image analysis results, the research area exhibits two flow
patterns—radial and centripetal—and comprises three landforms: Volcanic Body
(V1), Volcanic Caldera (V2), and Volcanic Cone Complex (V3). The geological
sequence in the research area, from oldest to youngest, consists of Kenowe
Volcanic (TpKv), Wolo Deru Volcanic (QDv), Wolo Batulaba Volcanic (QBlv),
Wolo Piu Lava (QPl), Bena Lava (QBl), Wolo Piu Pyroclastic Fall (QPjp), Bena
Pyroclastic Fall (QBjp), Hobolida Pyroclastic Cone (QHp), Bobo Pyroclastic Cone
(QBp), Inerie Pyroclastic Flow 1 (QIap-1), Inerie Lava 1 (QIl-1), Inerie Pyroclastic
Flow 2 (QIap-2), Inerie Pyroclastic Flow 3 (QIap-3), Inerie Lava 2 (QIl-2), and
Alluvium (Qal).
Based on drilling data, the well's stratigraphy in the research area, from
oldest to youngest, consists of Kenowe Basaltic Andesite Unit (TpKv) and Andesitic
Porphyry Unit, Andesite Unit, Volcanic Breccia Unit, and Bena Tuff Lava Unit
(QBl). The geological structure in the research area is formed by the compressional
subduction of the Indo-Australian Plate against the Eurasian Plate with a NW – SE
alignment.
Mineral assemblage zones in the research area are grouped into the
Montmorillonite – Hematite Zone formed at temperatures of 20⁰ - 240⁰ C, acting as
a cap zone for the Nage geothermal system; and the Chlorite – Epidote – Illite
Mineral Assemblage Zone formed at temperatures of 240⁰ - 310⁰ C, serving as the
reservoir for the Nage geothermal system.
viii
Results from thin section analysis, XRD, and MBT suggest the
recommended use of water-based mud with KCL-Polymer type (Non-Dispersed
KCL Mud) to prevent swelling during drilling in the BW 2 ½ trajectory.
The conceptual model of the Nage Geothermal Field consists of heat source
rocks as intrusive igneous rocks, a reservoir of Tertiary-aged old volcanic rocks
deformed at a reservoir temperature of 2200 – 3400 C, a cap rock composed of clay
mineral alteration like montmorillonite with argillic alteration type, a recharge
area from the highland caldera, and manifestations in the form of hot springs with
sulfate and chloride water types at surface temperatures of 650 – 800 C, emerging
through faults, indicating the upflow zone.
Keywords: Geology, Geothermal, Alteration, Mud Properties, Conceptual Model

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Geology, Geothermal, Alteration, Mud Properties, Conceptual Model
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Geography
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 29 Aug 2023 01:21
Last Modified: 29 Aug 2023 01:21
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/37239

Actions (login required)

View Item View Item