STUDI KARAKTERISTIK MASSA BATUAN DAN EVALUASI PENYANGGA KAYU PADA LUBANG TAMBANG BATUBARA BMK-35 CV.BARA MITRA KENCANA KEC. TALAWI, KOTA SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT

PRATAMA, RENALDO PRATAMA (2021) STUDI KARAKTERISTIK MASSA BATUAN DAN EVALUASI PENYANGGA KAYU PADA LUBANG TAMBANG BATUBARA BMK-35 CV.BARA MITRA KENCANA KEC. TALAWI, KOTA SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT. Diploma thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of DaftarIsi_RenaldoPratama112160053.pdf] Text
DaftarIsi_RenaldoPratama112160053.pdf

Download (11kB)
[thumbnail of Pengesahan_RenaldoPratama112160053.pdf] Text
Pengesahan_RenaldoPratama112160053.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Cover_RenaldoPratama112160053.pdf] Text
Cover_RenaldoPratama112160053.pdf

Download (239kB)
[thumbnail of Abstrak_RenaldoPratama112160053.pdf] Text
Abstrak_RenaldoPratama112160053.pdf

Download (212kB)
[thumbnail of Skripsi_RenaldoPratama112160053 (1).pdf] Text
Skripsi_RenaldoPratama112160053 (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

CV. Bara Mitra Kencana (BMK) merupakan salah satu perusahaan daerah
yang bergerak di bidang pertambangan batubara bawah tanah yang terletak di
Tanah Kuning, Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.
Beberapa kendala yang sering ditemui di lubang bukaan tambang CV. BMK ialah
adanya retakan dan patahan pada kayu penyangga. Retakan dan patahan ini sering
terjadi dikarenakan rancangan antar penyangga yang tidak sesuai dengan tegangan
bending pada massa batuan, sehingga menyebabkan kekuatan kayu tidak sanggup
menahan beban batuan di sekitarnya. Retakan dan patahan ini terjadi dengan waktu
atau periode yang tidak menentu (tidak terprediksi).
Penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan pengamatan terhadap
kondisi massa batuan, pengujian sifat mekanik batuan dan pengujian sifat mekanik
pada kayu yang digunakan sebagai penyangga. Penelitian ini dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui karakteristik dan tegangan bending massa batuan,
mengetahui faktor keamanan penyangga kayu yang digunakan pada lubang
tambang pada jarak 2 meter dan mengevaluasi pemasangan penyangga kayu yang
digunakan di lubang tambang BMK-35.
Berdasarkan metode analisis kinematika, maka nilai faktor keamanan (FK)
pada sistem penyanggan pada lubang bukaan dengan dimensi lebar 2,5 m dan tinggi
2 m dengan jarak antar set 2 m pada bagian cap penyangga jenis kayu Kolek Lansek
(FK=1,12), Medang (FK=0,72), Kaliandra (FK=0,40), Nyawai (FK=0,37) dan
Cempedak (FK=0,57), dapat disimpulkan bahwasanya kelima jenis kayu tersebut
tidak aman dan harus selalu dilakukan penyisipan setiap terjadi retakan atau
patahan. Sementara itu pada bagian side post yaitu diketahui bahwasanya kayu jenis
Kolek Lansek (FK=3,30), Medang (FK=2,13), dan Cempedak (FK=1,68) aman
untuk jarak 2 meter sementara kayu jenis Kaliandra (FK=1,19), Nyawai (FK=1,09),
tidak aman untuk jarak 2 meter.
Oleh karena itu , untuk mencapai FK ≥ 1,5 harus mengikuti rekomendasi
cap dan side post yaitu jarak yang aman untuk kayu jenis Kolek Lansek (1,5 meter),
Medang, Kaliandra dan Cempedak (0,5 meter), sedangkan Nyawai tidak
direkomendasikan untuk digunakan sebagai penyangga tambang bawah tanah.

Kata kunci : terowongan, penyangga kayu, kuat tekan kayu, kuat lentur kayu, cap,
side post

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: terowongan, penyangga kayu, kuat tekan kayu, kuat lentur kayu, cap, side post
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 28 Aug 2023 06:41
Last Modified: 28 Aug 2023 06:41
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/37215

Actions (login required)

View Item View Item