PERANAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN TEMBAKAU DALAM PEREKONOMIAN KABUPATEN MAGELANG

NURHIDAYAH, INTAN WAHYU (2023) PERANAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN TEMBAKAU DALAM PEREKONOMIAN KABUPATEN MAGELANG. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyajarta.

[thumbnail of 1. Skripsi Fulltext_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf] Text
1. Skripsi Fulltext_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of 2. Cover_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf] Text
2. Cover_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf

Download (101kB)
[thumbnail of 3. Abstrak_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf] Text
3. Abstrak_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf

Download (93kB)
[thumbnail of 4. Lembar Pengesahan_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf] Text
4. Lembar Pengesahan_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf

Download (316kB)
[thumbnail of 5. Daftar Isi_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf] Text
5. Daftar Isi_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf

Download (33kB)
[thumbnail of 6. Daftar Pustaka_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf] Text
6. Daftar Pustaka_135170070_Intan Wahyu Nurhidayah.pdf

Download (102kB)

Abstract

v
INTAN WAHYU NURHIDAYAH. 2023. Peranan Subsektor Perkebunan
Tembakau Dalam Perekonomian Kabupaten Magelang. Pembimbing Dwi Aulia
Puspitaningrum dan Budi Widayanto
ABSTRAK
Kabupaten Magelang merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi
sektor perkebunan komoditas tembakau. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis
kontribusi produksi tembakau terhadap subsektor perkebunan di Kabupaten
Magelang, (2) Menganalisis kecamatan yang menjadi basis produk tembakau di
Kabupaten Magelang, (3) Memetakan kecamatan memiliki potensi subsektor
tembakau di Kabupaten Magelang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode
penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder yang
diambil dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang dan Badan Pusat
Statistik (BPS) Kabupaten Magelang. Metode pengumpulan data yang digunakan
yaitu dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu
dengan analisis kontribusi, analisis Location Quotient (LQ), analisis Dynamic
Location Quotient (DLQ) dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan
ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi produksi tembakau
terhadap subsektor perkebunan di Kabupaten Magelang yang memiliki nilai
tertinggi ialah pada tahun 2017 yaitu sebesar 50,7%. Kecamatan yang menjadi basis
(LQ ≥ 1) pada komoditas tembakau ialah Kecamatan Sawangan, Kaliangkrik,
Windusari, Pakis, dan Ngablak. Kecamatan yang prospektif (DLQ ≥ 1) ialah
Kecamatan Borobudur, Ngluwar, Salam, Srumbung, Dukun, Sawangan,
Candimulyo, Kajoran, Windusari, Tegalrejo, Pakis, dan Grabag. Hasil pemetaan
menunjukkan bahwa kecamatan yang memiliki potensi untuk komoditas tembakau
ialah Kecamatan Pakis.
Kata Kunci: Tembakau, kontribusi, potensi, peran
vi
INTAN WAHYU NURHIDAYAH. 2023. The Role Of The Tobacco Plantation
Subsector In The Economy Of Magelang Regency. Supervised by Dwi Aulia
Puspitaningrum and Budi Widayanto
ABSTRACT
Magelang Regency, of the regencies in Central Java Province which has potential
in several sectors, particularly the tobacco plantation sector. This study aims to (1)
analyze the contribution of tobacco products to the plantation sub-sector in
Magelang Regency, (2) analyze the kecamatan that are the basis for tobacco
products in Magelang Regency, (3) map the sub-districts that have the potential for
the tobacco sub-sector in Magelang Regency. A quantitative method was used for
this research. This research used secondary data taken from the Dinas Pertanian
dan Pangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) of Magelang Regency.
Documentation and interviews were conducted as data collection methods. The
data analysis technique used in this study consisted of a contribution analysis,
Location Quotient (LQ) analysis, Dynamic Location Quotient (DLQ) analysis, and
Geographic Information System (GIS) analysis with ArcGIS. The results showed,
in 2017, the contribution of tobacco products to the plantation sub-sector in
Magelang Regencies reached 50,7 % which became the highest value compared to
other years. The sub-districts that are the basis (LQ
≥ 1) for the tobacco
commodity are Sawangan, Kaliangkrik, Windusari, Pakis, and Ngablak.
Prospective kecamatan (DLQ
≥ 1) are Kecamatan Borobudur, Ngluwar, Salam,
Srumbung, Shaman, Sawangan, Candimulyo, Kajoran, Windusari, Tegalrejo,
Pakis, and Grabag. The mapping results showed that Kecamatan Pakis was the
most potential district for tobacco commodities.
Keywords : Tobacco Commodities, contribution, potential, role

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Tobacco Commodities, contribution, potential, role
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 24 Aug 2023 03:43
Last Modified: 24 Aug 2023 03:43
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/37126

Actions (login required)

View Item View Item