GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK MINERALOGI SERTA GEOKIMIA BATUAN DASAR TERHADAP KUALITAS NIKEL LATERIT DAERAH ROKO ROKO RAYA, WAWONII TENGGARA, KAB. KONAWE KEPULAUAN, SULAWESI TENGGARA

PERMANA, HANAFI (2023) GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK MINERALOGI SERTA GEOKIMIA BATUAN DASAR TERHADAP KUALITAS NIKEL LATERIT DAERAH ROKO ROKO RAYA, WAWONII TENGGARA, KAB. KONAWE KEPULAUAN, SULAWESI TENGGARA. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (51kB)
[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (100kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf] Text
Daftar Isi.pdf

Download (87kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (53kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan.pdf] Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (943kB)
[thumbnail of Skripsi Full.pdf] Text
Skripsi Full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (50MB)

Abstract

Daerah Penelitian terletak di dalam wilayah eksplorasi PT. Gema Kreasi Perdana
(Harita Group) yang secara administratif terletak di Daerah Roko-roko raya, Kecamatan
Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Daerah tersebut
memiliki potensi endapan nikel laterit yang cukup baik karena adanya source batuan
ultramafik yang merupakan bagian dari ESO (East Sulawesi Ophiolite). Geomorfologi
pada daerah penelitian terbagi menjadi 3 bentukasal yaitu denudasional, struktural,
antropogenik. Bentukasal Denudasional terdiri dari Bukit Denudasional (D1) dan Dataran
Bergelombang (D2), Bentukasal struktural terdiri dari Lereng Struktural (S1), Bentukasal
antropogenik terdiri dari Pit Tambang (A1).
Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari yang paling tua ke yang paling muda yaitu
Litodem Peridotit dengan melensa batuan dunit yang berumur Kapur, Litodem Serpentinit
yang berumur Kapur dan Satuan Batugamping Non-Klastik berumur Pliosen akhir-Plistosen awal.
Struktur geologi pada daerah penelitian berupa sesar dan kekar, struktur
sesar berupa shear fracture dan gash fracture dengan arah umum timur laut-barat daya dan
barat laut-tenggara dengan nilai SF N044E/58 dan GF N110E/48 bernama Reverse Right
Slip Fault, nilai SF N246E/70 dan GF N32E/64 bernama Reverse Right Slip Fault, dan nilai
SF N207E/73 dan GF N119E/56 bernama Reverse Left Slip Fault, penamaan sesar
berdasarkan klasifikasi Rickard (1972). Kekar pada daerah penelitian berupa kekar
berpasangan, kekar tarik dan vein mineral dengan arah umum timur laut-barat daya.
Batuan dasar merupakan salah satu faktor dalam terbentuknya endapan nikel
laterit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan batuan dasar ultramafik mana yang
menghasilkan kadar Ni yang tinggi. penelitian meliputi pemetaan geologi lokasi penelitian
dalam mengetahui sebaran batuan dan adanya data bor berupa data geokimia, sampel core,
di buat populasi persebaran berdasarkan data analisa LOI dan Magsus (Magnetic
Susceptibility) kemudian dikorelasikan berdasarkan batuan dasar mana yang menghasilkan
kadar Ni yang tinggi. Berdasarkan kesimpulan batuan tipe 1 (Dunit Terserpentinisasi)
merupakan batuan yang menghasilkan nikel laterit dengan kadar Ni yang tinggi, akan tetapi
masih ada faktor lain yang mempengaruhi dalam terbentuknya endapan nikel laterit seperti
topografi, MAT (muka air tanah), dsb.
Kata kunci: Batuan Dasar, Geologi, Litodem, Nikel Laterit

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Batuan Dasar, Geologi, Litodem, Nikel Laterit
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: A.Md Apriliani Kusuma Wardhani
Date Deposited: 28 Jul 2023 07:44
Last Modified: 28 Jul 2023 07:45
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/36635

Actions (login required)

View Item View Item