MENGHITUNG EFISIENSI DISSOLVER PRODUK WATERGLASS DENGAN NILAI BE 58 PABRIK WATERGLASS PT SINAR SAKTI KIMIA

AZZAHRA, ULFA AULIA (2023) MENGHITUNG EFISIENSI DISSOLVER PRODUK WATERGLASS DENGAN NILAI BE 58 PABRIK WATERGLASS PT SINAR SAKTI KIMIA. Diploma thesis, UPN "Veteran" Yogyajarta.

[thumbnail of TUGAS AKHIR COVER.pdf] Text
TUGAS AKHIR COVER.pdf

Download (101kB)
[thumbnail of TUGAS AKHIR ULFA AULIA AZZAHRA 021200063.pdf] Text
TUGAS AKHIR ULFA AULIA AZZAHRA 021200063.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)
[thumbnail of TUGAS AKHIR-DAFTAR ISI TABEL GAMBAR.pdf] Text
TUGAS AKHIR-DAFTAR ISI TABEL GAMBAR.pdf

Download (97kB)
[thumbnail of TUGAS AKHIR-HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
TUGAS AKHIR-HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (171kB)
[thumbnail of TUGAS AKHIR-DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
TUGAS AKHIR-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (192kB)

Abstract

TUGAS AKHIR
PT SINAR SAKTI KIMIA SUKOHARJO
xii
ABSTRAK
PT Sinar Sakti Kimia adalah perusahaan sodium silikat – waterglass yang
didirikan oleh Bapak Thomas Hidayat pada 3 Juni 1995. Perusahaan terletak di JL.
Raya Solo - Sukoharjo Km 7,2 Telukan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Bahan baku
yang digunakan dalam pembuatan waterglass adalah pasir silika (SiO2) dan natrium
karbonat (Na2CO3) atau soda ash, proses reaksi dilakukan dengan pemanasan
dengan suhu tinggi sehingga menghasilkan cullet. Untuk memproduksi waterglass
maka dilarutkan cullet dengan spesifikasi tertentu diukur dengan skala Baume (BE).
Dissolver merupakan alat pelarut yang digunakan untuk sebagai media
pelarutan bahan kimia cullet menjadi waterglass. Tugas akhir ini bertujuan untuk
mengevaluasi tingkat efisiensi dari alat dissolver dengan hasil produk waterglass
dengan BE 58 di PT Sinar Sakti Kimia. Memperbaharui data peforma kerja
dissolver untuk mengetahui kelayakan alat untuk proses pelarutan dari segi neraca
massa yang masuk dan neraca panasnya. Panas yang digunakan dalam proses
produksi untuk melarutkan cullet ini menggunakan gas buang sisa hasil
pembakaran yang ada di furnace. Panas yang dibutuhkan dalam pelarutan ini
digunakan suhu campuran yang membantu dalam proses pelarutan. Bejana ditutup
agar membantu cepat proses pelarutan cullet. Cullet dilarutkan dalam air dengan
suhu 400C- 2500C, tekanan maksimal 6 bar, dengan waktu proses selama 1-2 jam
untuk sekali proses.
Hasil penghitungan menunjukan bahwa efisiensi thermal dissolver yang
didapat sebesar 81,46% pada data dissolver A dengan banyaknya cullet sebesar 1,5
ton dan efisiensi thermal 91,63% pada data dissolver B dengan banyaknya cullet
sebesar 2,5 ton, hal ini menunjukan bahwa alat dengan proses pemasakan dengan
bahan baku lebih sedikit, mempunyai panas hilang yang lebih besar, cullet dapat
terlarut dalam air dengan baik sehingga didapatkan waterglass dengan BE 58 yang
baik jika diencerkan lagi di settle tank atau juga bisa secara langsung dijual ke
konsumen.
Keyword : dissolver, efisiensi thermal, cullet, waterglass, BE

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: dissolver, efisiensi thermal, cullet, waterglass, BE
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 17 Jul 2023 03:12
Last Modified: 17 Jul 2023 03:13
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/36450

Actions (login required)

View Item View Item