GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA RENCANA JALUR KERETA API MAKASSAR-PAREPARE KM 70+100-73+400, DESA MANDALLE, KECAMATAN MANDALLE, KABUPATEN PANGKAJENE, SULAWESI SELATAN

GUNAWAN, RIXKY UMAR BHAKTI (2023) GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA RENCANA JALUR KERETA API MAKASSAR-PAREPARE KM 70+100-73+400, DESA MANDALLE, KECAMATAN MANDALLE, KABUPATEN PANGKAJENE, SULAWESI SELATAN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (24kB)
[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (88kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (36kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (51kB)
[thumbnail of HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (430kB)
[thumbnail of Skripsi Full_111180131_Rixky Umar Bhakti Gunawan.pdf] Text
Skripsi Full_111180131_Rixky Umar Bhakti Gunawan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Pembangunan infrastruktur saat ini sangat massif dilakukan di Indonesia,
tentunya pembangunan ini juga perlu memperhatikan aspek potensi bencana
kelongsoran. Adanya pembangunan jalur kereta api ini di beberapa titik menghasilkan
sebuah lereng-lereng yang memiliki banyak geometri lereng yang curam sehingga
penting untuk dilakukannya analisis karena dapat berpotensi terjadinya longsor
sewaktu-waktu yang dapat menghambat proses operasi kereta api di jalur tersebut..
Lokasi penelitian dilakukan pada lereng yang terletak di jalur kereta api makassar parepare KM 70+100–73+400 secara administratif terletak di Desa Mandalle dan
sekitarnya, Kecamatan Mandale, Kabupaten Pangkajene, Provinsi Sulawesi Selatan.
Metode penelitian yang digunakan metode pemetaan lapangan didukung dengan
analisis laboratorium dan analisis kestabilan lereng dengan menggunakan metode
RMR, SMR, dan kesetimbangan batas untuk menentukan kondisi lereng.
Geomorfologi daerah penelitian berupa perbukitan bergelombang (D1), lereng
terjal (D2), dataran aluvial (F1), dan laut (M1). Pola pengaliran yang berkembang pada
daerah penelitian yaitu pola pengaliran subdendritik, dan subparalel. Stratigrafi daerah
penelitian terdiri dari 3 satuan batuan dari tua ke muda Satuan batugamping Tonasa,
tidak selaras diatasnya Satuan breksi Camba, dan tidak selaras diatasnya terendapkan
Satuan endapan aluvial. Struktur geologi yang ditemukan di daerah penelitian berupa
struktur kekar. Potensi geologi terdapat potensi positif berupa tambak warga dan bukit
yang dapat dijadikan obyek wisata sedangkan potensi negatif adanya longsoran di
daerah penelitian. Analisis kestabilan lereng daerah penelitian dilakukan pada dua
lereng yaitu pada lokasi KM 72+673 (lereng 1) dan KM 73+350 (lereng 2). Pada lereng
1 tipe longsorannya berupa longsoran baji dengan nilai SMR yaitu 63 yang termasuk
pada kelas II dengan deskripsi massa batuan baik, dengan stabilitas lereng stabil,
longsoran yang mungkin terjadi berupa blok batuan dengan nilai FK yaitu sebesar
3.420 dengan kategori longsoran jarang terjadi (kelas stabil) sedangkan untuk
perkuatan lerengnya termasuk ke IIb disarankan untuk proteksi lereng berupa puritan
pada kaki lereng (toe ditch), penggunaan jala atau jaring kawat (nets/wiremesh) dan
perkuatan dengan pemasangan rockbolt yang sistematis. Kemudian pada lereng 2 nilai
FK yang didapat yaitu sebesar 1,346 dengan kategori longsoran jarang terjadi (kelas
stabil) sedangkan untuk perkuatan lerengnya dapat digunakan metode geometri,
metode hidrologi, dan meteode kimia atau mekanis.
Kata Kunci : Kestabilan Lereng, RMR, SMR, Faktor Keamanan

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kestabilan Lereng, RMR, SMR, Faktor Keamanan
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: A.Md Apriliani Kusuma Wardhani
Date Deposited: 03 Jul 2023 04:52
Last Modified: 03 Jul 2023 04:53
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/36253

Actions (login required)

View Item View Item