SIFAT KIMIA TANAH MOLISOL YANG BERKEMBANG DI ATAS FORMASI KEPEK DENGAN PENGGUNAAN LAHAN HUTAN INDUSTRI KAYU PUTIH DAN HUTAN JATI

SUSILOWATI, DWI ANGGRAINI (2023) SIFAT KIMIA TANAH MOLISOL YANG BERKEMBANG DI ATAS FORMASI KEPEK DENGAN PENGGUNAAN LAHAN HUTAN INDUSTRI KAYU PUTIH DAN HUTAN JATI. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of Abstrak_Dwi Anggraini Susilowati_133180043.pdf] Text
Abstrak_Dwi Anggraini Susilowati_133180043.pdf

Download (32kB)
[thumbnail of Cover_Dwi Anggraini S_133180043.pdf] Text
Cover_Dwi Anggraini S_133180043.pdf

Download (137kB)
[thumbnail of Daftar isi_Dwi Anggraini S_133180043.pdf] Text
Daftar isi_Dwi Anggraini S_133180043.pdf

Download (36kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Dwi Anggraini S_133180043.pdf] Text
Daftar Pustaka_Dwi Anggraini S_133180043.pdf

Download (112kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_Dwi Anggraini S_133180043.pdf] Text
Halaman Pengesahan_Dwi Anggraini S_133180043.pdf

Download (255kB)
[thumbnail of Skripsi _Dwi Anggraini Susilowati_133180043 .pdf] Text
Skripsi _Dwi Anggraini Susilowati_133180043 .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Tanah Molisol berkembang di atas Formasi Kepek dengan bahan induk batuan
karbonat pada wilayah Desa Bleberan, Kapanewon Playen, Kabupaten
Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tanah Molisol di Desa Bleberan
banyak digunakan untuk tanaman kehutanan antara lain kayu putih dan hutan jati.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji sifat kimia Tanah Molisol yang
berkembang di atas Formasi Kepek dengan penggunaan lahan Hutan Industri
Kayu Putih dan Hutan Jati. Metode pengambilan sampel tanah dengan metode
survei dan penentuan titik secara purposive random sampling. Metode analisis
statistik menggunakan uji t dan uji normalitas. Contoh tanah diambil sebanyak 6
sampel pada kedalaman 0 - 5 cm, 5 - 10 cm dan 10 - 20 cm di bawah tegakan
tanaman kayu putih dan jati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak beda
nyata secara statistik sifat kimia Tanah Molisol pada tegakan tanaman kayu putih
dan jati. Namun, secara hasil C - Organik dan K - tersedia lebih besar di bawah
tegakan jati. Reaksi tanah (pH) H2O tertinggi di bawah tegakan tanaman jati 7,61
pada kedalaman 10 - 20 cm. Reaksi tanah (pH) KCl memiliki nilai yang lebih
rendah dibandingkan pH H2O. Kadar kapur equivalent pada kedua lahan memiliki
harkat sangat tinggi berkisar 4,33 - 9,47 %. Karbon organik tanah dibawah
tegakan tanaman jati pada kedalaman 0 - 5 cm sebesar 2,64 % lebih tinggi
dibandingkan pada tanaman kayu putih sebesar 1,76 %. Nitrogen total tanah kedua
lahan berkisar 0,20 - 0,29 % dengan nilai tertinggi di bawah tegakan tanaman jati
pada kedalaman 0 - 5 cm. Fosforus tersedia tanah nilai tertinggi di bawah tegakan
tanaman kayu putih pada kedalaman 0 - 5 cm sebesar 34,46 ppm P. Kalium
tersedia tanah berkisar 82,6 - 103,6 ppm K dengan nilai tertinggi di bawah tegakan
tanaman jati pada kedalaman 0 - 5 cm. Kapasitas tukar kation tanah kedua lahan
menunjukkan hasil harkat sangat tinggi berkisar 50,07 - 59,22 cmol (+) kg-1
.
Kata Kunci: Formasi Kepek, Sifat Kimia, Tanah Molisol, Hutan Industri Kayu Putih, Hutan Jati

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Formasi Kepek, Sifat Kimia, Tanah Molisol, Hutan Industri Kayu Putih, Hutan Jati
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: A.Md Apriliani Kusuma Wardhani
Date Deposited: 23 Jun 2023 07:59
Last Modified: 23 Jun 2023 07:59
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/36157

Actions (login required)

View Item View Item