EVALUASI HEAT EXCHANGER 21E-4ABCD PADA HIGH VACUUM UNIT I DI KILANG LUBE OIL COMPLEX I PT. KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL RU IV CILACAP

Fitriyanti, Fitriyanti (2023) EVALUASI HEAT EXCHANGER 21E-4ABCD PADA HIGH VACUUM UNIT I DI KILANG LUBE OIL COMPLEX I PT. KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL RU IV CILACAP. Diploma thesis, UPN "Veteran" Yogyajarta.

[thumbnail of 2._ABSTRAK.PDF] Text
2._ABSTRAK.PDF

Download (71kB)
[thumbnail of 3._COVER.PDF] Text
3._COVER.PDF

Download (95kB)
[thumbnail of 4._LEMBAR_PENGESAHAN.PDF] Text
4._LEMBAR_PENGESAHAN.PDF

Download (274kB)
[thumbnail of 5._DAFTAR_ISI.PDF] Text
5._DAFTAR_ISI.PDF

Download (405kB)
[thumbnail of DAFTAR_PUSTAKA.PDF] Text
DAFTAR_PUSTAKA.PDF

Download (164kB)
[thumbnail of 1. Tugas Akhir Full.pdf] Text
1. Tugas Akhir Full.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of 1. Tugas Akhir Full.pdf] Text
1. Tugas Akhir Full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

LAPORAN TUGAS AKHIR
PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL RU IV CILACAP
Jl. Letjen Haryono MT.77 Lomanis, Cilacap Jawa Tengah 53221.
ix
ABSTRAK
PT. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap terbagi menjadi Kilang Minyak I,
Kilang Minyak II, Kilang Paraxylene, Kilang LPG & Sulphur Recovery Unit, dan
Kilang RFCC (Resid Fluid Catalytic Cracking). Kilang Minyak I didesain untuk
menghasilkan produk BBM dan non-BBM (minyak dasar pelumas dan aspal) dari
minyak mentah impor (Arabian Light Crude, Iranian Light Crude, Basrah Light
Crude). Kilang Minyak II mengolah minyak mentah dalam negeri yang kadar
sulfurnya lebih rendah. Bahan bakunya adalah campuran minyak mentah domestik
dan impor (Cocktail). Kilang Paraxylene mengolah hasil naphta yang dihasilkan dari
Kilang Minyak II. Kilang LPG & Sulphur Recovery Unit mengolah off gas dari
berbagai unit di RU IV menjadi produk berupa LPG, kondensat, dan sulfur cair.
Perpindahan panas adalah proses yang sangat penting dalam dunia
perindustrian. Ekonomisnya suatu proses pabrik sering ditentukan oleh keefektifan
dari pemanfaatan dan recovery panas yang dikandung suatu bahan. Banyaknya steam
dan sistem pendingin yang dibutuhkan ditentukan oleh efisiensi dari heat exchanger
yang digunakan, yang terpenting dari karakter heat exchanger ini adalah terjadinya
perpindahan panas dari fase yang bersuhu tinggi ke fase yang bersuhu rendah atau
sebaliknya sesuai dengan fungsinya.
Tugas akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dari heat exchanger
21E-4ABCD pada High Vacuum Unit (HVU I) di Kilang Lube Oil Complex I (LOC
I) PT. Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap. Evaluasi ditinjau dari segi
efisiensi, fouling factor dan preasure drop. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai
efisiensi heat exchanger sebesar 76.88 %, nilai fouling factor 0.0118 BTU /hr.ft2 .°F,
sedangkan preasure drop pada shell dan tube masing-masing diperoleh nilai 4.1448
Psi dan 2.3356 Psi. Ditinjau dari tiga parameter tersebut, kemampuan heat exchanger
dalam mentransfer panas masih kurang baik sehingga diperlukan maintenance secara
berkala.
Kata Kunci : Heat exchanger, Shell, Tube

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Heat exchanger, Shell, Tube
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 08 May 2023 03:20
Last Modified: 13 Jul 2023 05:03
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/35057

Actions (login required)

View Item View Item