GEOLOGI, ALTERASI DAN MINERALISASI PADA ENDAPAN PORFIRI PADA PROSPEK “SVAHA”, SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT

ARIYOGA, NGAKAN MADE (2021) GEOLOGI, ALTERASI DAN MINERALISASI PADA ENDAPAN PORFIRI PADA PROSPEK “SVAHA”, SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT. Diploma thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of Ngakan Made Ariyoga_Halaman Judul.pdf] Text
Ngakan Made Ariyoga_Halaman Judul.pdf

Download (151kB)
[thumbnail of Ngakan Made Ariyoga_DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
Ngakan Made Ariyoga_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of Ngakan Made Ariyoga_Abstrak-1.pdf] Text
Ngakan Made Ariyoga_Abstrak-1.pdf

Download (210kB)
[thumbnail of Ngakan Made Ariyoga_Daftar Isi.pdf] Text
Ngakan Made Ariyoga_Daftar Isi.pdf

Download (301kB)
[thumbnail of Ngakan Made Ariyoga_Draft Skripsi.pdf] Text
Ngakan Made Ariyoga_Draft Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (20MB)
[thumbnail of Ngakan Made Ariyoga_Lembar Pengesahan Yudisium.pdf] Text
Ngakan Made Ariyoga_Lembar Pengesahan Yudisium.pdf

Download (285kB)

Abstract

Secara administratif lokasi penelitian terletak dalam wilayah pertambangan PT Amman
Mineral Nusa Tenggara, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Secara geografis lokasi penelitian
termasuk kedalam UTM zona 50 S, sekitar 40 km selatan dari Sumbawa Besar. Penelitian tugas
akhir ini bertujuan untuk dapat mengetahui, menganalisis dan menjelaskan mengenai kondisi
geologi, struktur geologi, tipe alterasi dan mineralisasi pada daerah penelitian dengan
melalukan pemetaan geologi dan alterasi secara terperinci dan menyeluruh serta melakukan
analisis laboratorium yang meliputi Analisis ASD, Analisis Petrografi dan Analisis
Mineragrafi. Selain itu dilakukan juga beberapa metode praktis dengan tujuan vectoring to ore
seperti perhitungan densitas stockwork vein dan perbandingan mineral sulfida pembawa unsur
Cu.Geomorfologi pada daerah penelitian tersusun dari dua bentuk asal antara lain bentuk asal
struktural dan fluvial. Bentuk asal struktural terdiri dari perbukitan struktural dan lembah
struktural. Sementara bentuk asal fluvial terdiri atas bentuk lahan tubuh sungai. Stratigrafi
daerah penelitian tersusun atas empat satuan batuan yang berurutan dari tua ke muda meliputi
Satuan Breksi Piroklastik Lunyuk, Satuan Andesit Lunyuk, Satuan Diorit Kuarsa Lemurung,
dan Satuan Diorit Kuarsa Ropang. Struktur geologi daerah penelitian terbagi menjadi tiga pola
sesar yaitu sesar berarah relatif utara selatan dengan pergerakan mendatar kiri, sesar berarah
utara barat laut – selatan tenggara dengan pergerakan mendatar kiri, sesar berarah barat-timur
dengan pergerakan mendatar kanan, dan sesar berarah barat laut-tenggara dengan pergerakan
turun. Alterasi daerah penelitian bedasarkan hasil pengamatan lapangan, petrografi dan analisis
ASD terbagi menjadi 8 zonasi tipe alterasi yaitu biotit sekunder+K feldpar+magnetit,
actinolite+magnetit+klorit, klorit+magnetit, klorit+serisit+magnetit,
klorit+epidot±karbonat±magnetit, kuarsa+serisit+pirit, alunit+pirofilit±kaolin, dan
kaolin+diaspore±pirofilit. Mineralisasi pada daerah teltian berdasarkan hasil pengamatan
lapangan dan analisis mineragrafi bornit (Cu5FeS4), kalkopirit (CuFeS2), magnetit (Fe3O4), pirit
(FeS2), hematit (Fe2O3), dan malakit (Cu2CO3(OH)2. Mineral bijih tersebut hadir secara
diseminasi pada stockwork vein A, vein AB, vein B, dan vein C. Persebaran dari early
stockwork vein akan mempengaruhi kehadiran mineral bijih. Berdasarkan zonasi dari densitas
stockwork vein, dibagi menjadi tiga zona, yakni zona dengan densitas <5%, zona 1%-5%, dan
0.1%-1%. Sedangkan berdasarkan perhitungan estimasi persentase kelimpahan tembaga (Cu)
dalam batuan dibagi menjadi tiga zona yakni zona dengan Cu 0.4% - 0.7%, zona Cu 0.1%-
0.4%, dan zona Cu <0.1%. Persebaran dari kehadiran mineral bijih akan mengikuti dari
stockwork vein, dimana semakin tinggi densitas vein maka persentase Cu juga akan tinggi, Hal
ini menandakan intrusi awal mengandung grade yang lebih tinggi dibandingkan intrusi akhir,
karena intrusi akhir terjadi setelah fase pembentukan quartz vein yang kaya tembaga-emas.
Potensi geologi positif yang bernilai ekonomis berupa bahan galian bijih logam emas (Au) dan
tembaga (Cu. Sedangkan potensi geologi negatif terdiri dari potensi longsor dan kerusakan
lingkungan yang disebabkan oleh aktifitas penambangan emas.
Kata kunci : geologi,alterasi, mineralisasi, porfiri, stockwork vein

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: geologi,alterasi, mineralisasi, porfiri, stockwork vein
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 17 Jan 2023 03:43
Last Modified: 17 Jan 2023 03:43
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/32442

Actions (login required)

View Item View Item