PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA ISO BUTANA DARI NORMAL BUTANA KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN

Sugiarti, Fitria Indah and Mukti T.P, Ariyandhanu (2021) PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA ISO BUTANA DARI NORMAL BUTANA KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN. Diploma thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of SKRIPSI FULLTEXT.pdf] Text
SKRIPSI FULLTEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (21MB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (48kB)
[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (102kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (93kB)
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN.pdf] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (141kB)

Abstract

Prarancangan pabrik kimia isobutana dirancang dengan kapasitas 50.000
ton/tahun menggunakan bahan baku n-butana. Pabrik direncanakan didirikan di
Kawasan Industri Bontang, Kalimantan Timur. Bahan baku n-butana terdapat
dalam LPG butana yang diperoleh dari Badak LNG bontang. Pabrik dirancang
beroperasi secara kontinyu selama 330 hari, 24 jam sehari dengan jumlah karyawan
165 orang.
Proses pembuatan isobutana dilakukan dengan cara mereaksikan
normalbutana dalam reaktor alir pipa pada suhu 200 oC dengan tekanan 45,25 atm.
Umpan normalbutana masuk ke Menara destilasi-01. Keluaran atas akan diambil
sebagai produk dan disimpan di tangki bola pada suhu 40 oC dengan tekanan 6,7
atm sedangkan hasil keluaran bawah akan dilanjutkan ke Menara destilasi-02.
Selanjutnya, keluaran atas MD-02, sebagai umpan reaktor akan dinaikkan
tekanannya menggunakan pompa hingga 20 atm dan diuapkan menggunakan
Vaporizer dan dinaikkan tekanannya menggunakan kompresor hingga tekanannya
45,25 atm.
Reaktor yang digunakan yaitu reaktor alir pipa single tube adiabatis. Hasil
keluaran reaktor akan diturunkan tekanannya menggunakan turbin dan panas yang
dihasilkan arus tersebut akan dimanfaatkan sebagai pemanas umpan reaktor.
Pemanfaatan arus hasil keluaran reaktor akan masuk ke FEHE-02 dan FEHE-01
untuk memanaskan umpan masukan Menara destilasi-01. Untuk mendukung
jalannya proses diperlukan layanan utilitas meliputi air, udara, listrik, dan bahan
bakar. Kebutuhan air saat kontinyu sebesar 6859,18 kg/jam dibeli dari PT. Kaltim
Industrial Estate (KIA). Kebutuhan listrik yang diperoleh dari PT. PLN dan hasil
keluaran turbin proses sebesar 193,27 hp. Hasil keluaran turbin dimanfaatkan untuk
menggerakkan kompresor dan memasok listrik pada pabrik isobutana. Generator
digunakan sebagai cadangan listrik apabila terjadi pemadaman. Kebutuhan bahan
bakar untuk boiler sebesar 734,64 kg/jam dan generator sebesar 5464,01 kg/bulan.
Produk utama isobutana dijual dengan harga Rp. 18.645,94/kg sedangkan untuk
hasil samping isopentana dijual dengan harga Rp. 7.308,28/kg.
Hasil analisis ekonomi menunjukkan pabrik ini membutuhkan Fixed Capital
investment (FCI) sebesar Rp. 208.487.388.387 Dan Working Capital Investment
(WCI) sebesar Rp 318.271.132.784,93. Analisis pabrik isobutana ini menunjukkan
nilai ROI sebelum pajak sebesar 63,92 % dan ROI setelah pajak sebesar 47,94 %.
Nilai POT sebelum pajak adalah 1,3 tahun dan POT setelah pajak adalah 2 tahun.
Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 44,98 %, Shut Down Point (SDP) sebesar
30,77% dan nilai Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 33,54 %. Berdasarkan data
evaluasi ekonomi tersebut maka pabrik isobutana layak untuk dikaji lebih lanjut.
Kata Kunci : Isobutana, normalbutana, reaktor alir pipa single tube

Item Type: Thesis (Diploma)
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 23 May 2022 07:46
Last Modified: 23 May 2022 07:51
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/29855

Actions (login required)

View Item View Item