PRARANCANGAN PABRIK KIMIA ALUMINA DARI BAUKSIT DAN NATRIUM HIDROKSIDA KAPASITAS 250.000 TON/TAHUN

Fitriyanti, Dessy and Permana, Anggi (2022) PRARANCANGAN PABRIK KIMIA ALUMINA DARI BAUKSIT DAN NATRIUM HIDROKSIDA KAPASITAS 250.000 TON/TAHUN. Diploma thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (20MB)
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (56kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (269kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PEGESAHAN.pdf

Download (493kB) | Preview

Abstract

Pabrik Alumina dirancang dengan kapasitas 250.000 ton/tahun, menggunakan bahan baku Bauksit yang diperoleh dari PT. Antam Tbk, Kab. Tayan, Kalimantan Barat dan Natrium Hidroksida (NaOH) diperoleh dari PT. Asahimas Chemical Tbk, Cilegon. Lokasi pabrik didirikan di Kab. Tayan, Kalimantan Barat. Pabrik Alumina beroperasi selama 330 hari dalam setahun, dengan proses produksi selama 24 jam/hari dan luas tanah yang diperlukan ± 40.000 m2 . Perusahaan akan didirikan dengan badan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah karyawan 250 orang. Alumina tipe Smelter Grade dibuat dengan proses Bayer yang terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap digestion, tahap precipitation, dan calcination. Tahap pertama adalah digestion, tahap ini bauksit direaksikan dengan NaOH di dalam reaktor alir tangki berpengaduk yang dipasang seri dengan jumlah dua unit (R-01 dan R-02), pada suhu 140 0 C dan tekanan 4 atm dengan perbandingan mol bauksit : NaOH = 1 : 2 dan menghasilkan konversi sebesar 97%. Hasil dari tahap digestion diumpankan ke Rotary Drum Vacuum Filter (RDVF-01), diperoleh hasil bawah berupa red mud dan hasil atas berupa filtrat. Selanjutnya, tahap kedua adalah precipitation yaitu filtrat dari Rotary Drum Vacuum Filter berupa NaAlO2 direaksikan dengan H2O, terjadi pembentukan kristal alumina trihidrat (Al2O3.3H2O), proses ini berlangsung di dalam Reaktor Precipitator (R-03), pada suhu 50 0 C dan tekanan 1 atm, diperoleh konversi 95%. Hasil atas keluaran Rotary Drum Vacuum Filter (RDVF-01) dialirkan ke UPL dan padatan yang mengandung Al2O3. 3H2O dan sedikit air. Tahap ketiga adalah calcination yaitu padatan dari (R-03) diumpankan ke Rotary Drum Vacuum Filter (RDVF-02), diperoleh hasil bawah berupa cake Al2O3.3H2O dan hasil atas berupa filtrat. Filtrat keluaran Rotary Drum Vacuum Filter (RDVF-02) berupa NaOH diumpankan menuju Evaprator (EVA-01) untuk dipekatkan menjadi 48%. Selanjutnya adalah proses kalsinasi, cake keluaran Rotary Drum Vacuum Filter (RDVF - 02) berupa Al2O3.3H2O diumpankan menuju Rotary Kiln (RK-01), proses kalsinasi berjalan pada suhu 700,14 o C dan konversi 99%. Terjadi reaksi dekomposisi Al2O3.3H2O menjadi padatan Alumina (Al2O3). Hasil keluaran rotary kiln (RK-01) diumpankan ke rotary cooler (RC-01) untuk diturunkan suhu padatannya sampai 59,2 o C. Utilitas yang diperlukan oleh pabrik Alumina berupa air sebanyak 744.078,09 kg/jam. Daya listrik sebesar 7685,3 kW disuplai dari PLN dengan cadangan 1 unit generator dengan daya 10000 kW. Kebutuhan bahan bakar solar untuk generator adalah 368.701,352 liter/tahun, dan untuk boiler 1.416.367 liter/tahun. Udara tekan diproduksi sebesar 46 m3 /jam. Ditinjau dari segi ekonomi, pabrik ini membutuhkan Fixed Capital Investment Rp. 2.2070567.715.569,00. Working Capital sebesar Rp 245.285.301.730,00. Analisa ekonomi pabrik alumina ini menunjukkan nilai ROI sebelum pajak sebesar 33,62% dan ROI setelah pajak sebesar 31,93%. Nilai POT sebelum pajak adalah 2,29 tahun dan POT sesudah pajak adalah 2,38 tahun. BEP sebesar 41,13% kapasitas produksi dan SDP sebesar 18,46% kapasitas produksi. DCFR sebesar 23,34%. Berdasarkan hasil analisa ekonomi tersebut, maka pabrik alumina layak untuk dikaji lebih lanjut

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Ditinjau dari segi ekonomi, pabrik ini membutuhkan Fixed Capital Investment Rp. 2.2070567.715.569,00. Working Capital sebesar Rp 245.285.301.730,00. Analisa ekonomi pabrik alumina ini menunjukkan nilai ROI sebelum pajak sebesar 33,62% dan ROI setelah pajak sebesar 31,93%. Nilai POT sebelum pajak adalah 2,29 tahun dan POT sesudah pajak adalah 2,38 tahun. BEP sebesar 41,13% kapasitas produksi dan SDP sebesar 18,46% kapasitas produksi. DCFR sebesar 23,34%. Berdasarkan hasil analisa ekonomi tersebut, maka pabrik alumina layak untuk dikaji lebih lanjut
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 04 Mar 2022 03:21
Last Modified: 04 Mar 2022 03:21
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/28595

Actions (login required)

View Item View Item