PRARANCANGAN PABRIK KIMIA SELULOSA ASETAT DARI SELULOSA DAN ASAM ASETAT ANHIDRAT KAPASITAS 55.000 TON/TAHUN

RAHIM, DINDA and NINGSIH, IKA OCTALYA WIDYA (2022) PRARANCANGAN PABRIK KIMIA SELULOSA ASETAT DARI SELULOSA DAN ASAM ASETAT ANHIDRAT KAPASITAS 55.000 TON/TAHUN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (116kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (56kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (146kB) | Preview
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN.pdf]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (93kB) | Preview
[thumbnail of INTISARI.pdf]
Preview
Text
INTISARI.pdf

Download (32kB) | Preview
[thumbnail of NASKAH-SKRIPSI.pdf] Text
NASKAH-SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (18MB)

Abstract

xi
INTISARI
Pabrik selulosa asetat ini dirancang dengan kapasitas 55.000 ton/tahun
menggunakan bahan selulosa dan asam asetat anhidrat. Pabrik direncanakan
didirikan di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, membutuhkan luas
tanah sebesar 49500 m2. Selulosa asetat digunakan sebagai bahan baku pembuatan
serat dan plastik, untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan 10% kebutuhan
pasar di Asia. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah
tenaga kerja 210 orang. Pabrik direncanakan bekerja selama 330 hari efektif
dalam setahun dan 24 jam perhari.
Bahan baku berupa selulosa yang dicampur dengan asam asetat di dalam
tangki pencampur kemudian dipanaskan hingga suhu 50oC. Selanjutnya
direaksikan dengan asam asetat anhidrat di dalam reaktor (acetylator). Reaksi
berlangsung selama 8 jam pada suhu 50oC dan tekanan 1 atm, reaksi merupakan
reaksi endotermis sehingga diperlukan pemanas berupa steam untuk menjaga suhu
reaksi tetap. Campuran hasil reaksi keluaran reaktor (acetylator) dimasukkan ke
tangki hidrolizer untuk menghasilkan selulosa asetat, selama 5 jam dengan suhu
50oC dan tekanan 1 atm, merupakan reaksi eksotermis sehingga dibutuhkan
pendingin berupa air untuk menjaga suhu reaksi tetap. Selulosa asetat hasil
hidrolizer kemudian dipisahkan dari larutan dengan menggunakan rotary drum
vacuum filter sehingga dihasilkan selulosa asetat berbentuk padat. Untuk
memenuhi kebutuhan pasar, padatan selulosa asetat kemudian dikeringkan dalam
rotary drayer, sehingga produk selulosa yang dihasilkan memiliki kadar 97%.
Produk selulosa asetat hasil rotary dryer disimpan di silo. Proses produksi dan
operasional pabrik didukung dengan unit penunjang berupa air saat start up
sebesar 108.000 kg/jam, air make up sebanyak 6800 kg/jam yang diambil dari
Waste Water Treatment Plant (WWTP) pada Kawasan Industtri JIIPE Gresik yang
terdekat dengan lokasi pabrik. Kebutuhan steam jenuh sebagai pemanas sebesar
4550 kg/jam. Daya listrik sebesar 744 KW yang diperoleh dari Perusahaan Listrik
Negara dengan cadangan generator 595 KW, bahan bakar fuel oil 1.150.050
Liter/tahun dan diesel (solar) 6965 Liter/tahun, dan udara tekan 78 m3/jam.
Ditinjau dari segi ekonomi, Pabrik Selulosa Asetat memerlukan Fixed
Capital Investment sebesar Rp. 2.934.836.554.267,31 dan $ 205.787.368,39;
Working Capital sebesar Rp. 608.910.252.044,72. Analisis ekonomi pabrik
selulosa asetat menunjukan nilai ROI sebelum pajak sebesar 27,31% dan ROI
sesudah pajak sebesar 21,85%. Nilai POT sebelum pajak sebesar 2,68 tahun dan
POT sesudah pajak sebesar 3,14 tahun. BEP 40,59% kapasitas produksi dan SDP
10,13% sebesar kapasitas produksi. DCF sebesar 29,13%. Berdasarkan data
analisis ekonomi tersebut, maka pabrik selulosa asetat layak untuk dikaji lebih
lanjut.
Kata kunci: asam asetat, asam asetat anhidrat, selulosa, selulosa asetat

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: asam asetat, asam asetat anhidrat, selulosa, selulosa asetat
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 19 Jan 2022 06:26
Last Modified: 28 Sep 2022 04:01
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/27833

Actions (login required)

View Item View Item