EVALUASI MASALAH HILANG LUMPUR DAN PENANGANANNYA PADA PEMBORAN SUMUR “DNG-8” LAPANGAN “ABM” PT PERTAMINA HULU ENERGI ONWJ

ABIMANYU, DANANG (2020) EVALUASI MASALAH HILANG LUMPUR DAN PENANGANANNYA PADA PEMBORAN SUMUR “DNG-8” LAPANGAN “ABM” PT PERTAMINA HULU ENERGI ONWJ. Diploma thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[img] Text
SKRIPSI FULL _ DANANG ABIMANYU (113160018).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img]
Preview
Text
COVER _ DANANG ABIMANYU (113160018).pdf

Download (321kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK _ DANANG ABIMANYU (113160018).pdf

Download (293kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI _ DANANG ABIMANYU (113160018).pdf

Download (566kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA _ DANANG ABIMANYU (113160018).pdf

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN _ DANANG ABIMANYU (113160018).pdf

Download (274kB) | Preview

Abstract

Sumur “DNG-8” pada lapangan “ABM” terdapat pada platform “DN” dengan total sumur sebanyak 8 sumur yang berada di Perairan Utara Subang, Lepas Pantai Utara, Laut Jawa. Sumur “DNG-8” merupakan sumur pengembangan yang termasuk dalam salah satu sumur pada lapangan “ABM” di platform DN. Pemboran pada sumur “DNG-8” bertujuan untuk menguras minyak pada top formasi Parigi (DNG-34 A/B dan DNG-35 A). Pemboran sumur “DNG-8” dilakukan dengan target akhir pemboran pada kedalaman 6.057 ft MD/ 3.685,05 ft TVD. Pada saat pelaksanaan operasi pemboran, terjadi masalah hilang lumpur pada sumur “DNG-8” lapangan “ABM” yaitu severe losses pada kedalaman 2.733 ftMD dan total losses pada kedalaman 2.763 ftMD di trayek intermediete (12¼). Terjadinya hilang lumpur yang terjadi ditandai dengan tidak adanya sirkulasi balik yang dapat disebabkan oleh faktor formasi yaitu adanya rekahan alami dan formasi yang bergua-gua. Metodologi yang digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya masalah hilang lumpur dalam pemboran sumur “DNG-8” pada lapangan “ABM” adalah dengan melakukan analisa 2 faktor penyebab terjadinya masalah hilang lumpur yaitu faktor formasi dan faktor mekanis. Faktor formasi dilakukan untuk dapat mengetahui jenis formasi pada kedalaman terjadinya masalah hilang lumpur melalui mudlogging, sedangkan pada faktor mekanis dilakukan perhitungan yang meliputi perhitungan tekanan formasi (Pf), tekanan rekah formasi (Prf), tekanan surge (Ps), tekanan hidrostatik (Ph) dan hidrolika pemboran. Berdasarkan hasil evaluasi masalah hilang lumpur yang terjadi pada sumur “DNG- 8” berdasarkan faktor mekanis pada trayek intermediete (12¼) pada kedalaman 2.733 ftMD didapatkan hasil tekanan hidrostatik lumpur sebesar 949,070 psi dan BHCPnya sebesar 1.121,613 psi dengan tekanan formasinya sebesar 918,455 psi dan tekanan rekah formasinya sebesar 1.266,473 psi, sedangkan pada kedalaman 2.763 ftMD ftMD didapatkan hasil tekanan hidrostatik lumpur sebesar 955.594 psi dan BHCPnya sebesar 1.128,137 psi dengan tekanan formasinya sebesar 924,768 psi dan tekanan rekah formasinya sebesar 1.275,179 psi, sehingga disimpulkan bahwa penyebab masalah hilang lumpur bukan berasal dari tekanan hidrostatik yang terlalu besar melebihi tekanan rekah formasinya namun berasal dari karakteristik formasi yang ditembusnya. Berdasarkan hasil tersebut dilakukan pula evaluasi masalah hilang lumpur berdasarkan faktor formasinya pada trayek intermediete (12¼) pada kedalaman 2.733 ftMD dan 2.763 ftMD, didapatkan bahwa masalah hilang lumpur diakibatkan oleh karakteristik formasi yang ditembus saat terjadinya masalah hilang lumpur yaitu pada formasi parigi yang berupa batu gamping dan karbonat yang memiliki porositas dan permeabilitas tinggi atau disebabkan adanya cavernous dan juga ditemukannya depleted zone pada top formasi parigi (DNG-28). Masalah hilang lumpur ini ditanggulangi dengan cara memompakan LCM CaCo3+ Fracseal dan Cement Plug. Selain itu, dilakukan pula analisa penanggulangan menggunakan metode Blind Drilling yang dilihat dari faktor hidrolik berupa perhitungan tekanan hidrostatik re-design dan bottom hole circulating pressure (BHCP) re-design, serta evaluasi faktor mekanik berupa analisa ROP, RPM, WOB, dan Torsi untuk mengetahui metode yang paling efektif digunakan diantara kedua metode untuk mengatasi masalah hilang lumpur pada pemboran Sumur “DNG-8” pada lapangan “ABM” pada trayek intermediete (12¼).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 30 Jul 2021 08:19
Last Modified: 30 Jul 2021 08:19
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/26388

Actions (login required)

View Item View Item