EVALUASI HYDRAULIC FRACTURING PADA SUMUR NA-1 LAPANGAN “NDA” DI PT. PERTAMINA HULU ENERGI ONWJ

AMALIA, NYIMAS DWIFA (2021) EVALUASI HYDRAULIC FRACTURING PADA SUMUR NA-1 LAPANGAN “NDA” DI PT. PERTAMINA HULU ENERGI ONWJ. Diploma thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN - NYIMAS DWIFA AMALIA 113161077.pdf

Download (281kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA - NYIMAS DWIFA AMALIA 113161077.pdf

Download (391kB) | Preview
[img] Text
SKRIPSI FULL - NYIMAS DWIFA AMALIA 113160177.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI - NYIMAS DWIFA AMALIA 113161077.pdf

Download (400kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN - NYIMAS DWIFA AMALIA 113161077.pdf

Download (281kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRACT - NYIMAS DWIFA AMALIA 113161077.pdf

Download (293kB) | Preview

Abstract

Sumur NA-1 merupakan sumur yang dikelola oleh PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ, terletak pada lapangan “NDA” yang berada di perairan Utara Subang, Lepas Pantai Utara Laut Jawa . Sumur NA-1 berproduksi pada Lapisan N tepatnya pada lapisan N-34A dan N-34B, formasi pasir dengan sisipin shale. Berdasarkan dari Mini Fall of Test yang dilakukan diketahui Sumur NA-1 memiliki nilai permeabilitas sebesar 8 mD, yang mana nilai permeabilitas sumur tersebut tegolong rendah dan disisi lain Sumur NA-1 dinilai masi mempunyai potensi sumuran berupa cadangan yang besar. Sehingga dilakukan stimulasi hydraulic fracturing, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi minyak pada lapangan NDA. Sumur NA-1 merupakan sumur directional yang baru dikembangkan sehingga untuk persiapan perencanaan hydraulic fracturing menggunakan data penunjang dari sumur referensi sekitarnya, yaitu sumur NF-4 dan NA-6 yang berjarak sekitar 650 m dan 730 m. Sumur NF-4 dibor pada tahun 1975 dan sumur NA-6 dibor pada tahun 1972. Metode yang digunakan untuk evaluasi hydraulic fracturing pada Sumur NA-1 Lapangan “NDA” yaitu dengan pengumpulan data kemudian dilakukan perhitungan secara manual dan dilakukan komparasi dengan data actual. Evaluasi pertama adalah menghitung geometri rekahan manual dengan menggunakan metode PKN 2D. Evaluasi kedua yaitu evaluasi pekerjaan mainfracturing. Evaluasi ketiga yaitu menghitung permeabilitas setelah rekahan. Evaluasi keempat adalah adalah menghitung kenaikan harga PI (Productivity Index). Terakhir pembuatan grafik IPR menggunakan Metode Pudjo Soekarno untuk memperlihatkan kurva produksi fluida sumur NA-1 setelah dilakukan hydraulic fracturing. Perhitungan geometri rekahan dengan menggunakan metode PKN yang menghasilkan panjang rekahan (Xf) sebesar 166,6 ft dengan lebar maksimum di muka perforasi (w(0)) = 2,7 inch, lebar rekahan rata-rata (w) = 1,7 inch, tinggi rekahan (hf) = 80 ft, konduktivitas rekahan sebesar 3788,7 mD.ft, dan dimensionless fracture conductivity (FFD) sebesar 2,8. Berdasarkan metode Howard Fast, harga permebilitas rata-rata setelah perekahan naik menjadi 22,52 mD. Hasil Productivity Index setelah perekahan dengan metode Cinco-ley sebesar 2,55 kali. Kemudian dengan metode Tinsley sebesar 2,12 kali dan yang terakhir ialah dengan metode Mc Guire sebesar 1,1 kali. Secara umum, penerapan stimulasi hydraulic fracturing pada Sumur NA-1 dapat dikatakan berhasil karena terbentuk rekahan, dapat meningkatkan permeabilitas rata-rata sehingga Berdasarkan data produksi pada sumur NA-1 pada tanggal 10 Agustus 2020 didapatkan laju alir minyak sebesar 122 (bopd), produksi air sebesar 124 (bwpd) dan laju produksi fluida sebesar 246 (bfpd) dengan water cut sebesar 50%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 16 Jun 2021 03:37
Last Modified: 16 Jun 2021 03:37
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/25871

Actions (login required)

View Item View Item