IDENTIFIKASI ZONA INTRUSI AIR LAUT BERDASARKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DAN WENNER-SCHLUMBERGER DI KECAMATAN ANGSANA, KABUPATEN TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN

FAHLEVI, MUHAMMAD REZA (2021) IDENTIFIKASI ZONA INTRUSI AIR LAUT BERDASARKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DAN WENNER-SCHLUMBERGER DI KECAMATAN ANGSANA, KABUPATEN TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN. Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of ABSTRACT.pdf]
Preview
Text
ABSTRACT.pdf

Download (11kB) | Preview
[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (127kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (40kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (255kB) | Preview
[thumbnail of HALAMAN PENGESAHAN.pdf]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (454kB) | Preview
[thumbnail of SKRIPSI-FULL.pdf] Text
SKRIPSI-FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan primer untuk suatu kehidupan di muka bumi untuk digunakan sebagai konsumsi maupun kebutuhan lainnya. Kemudian, ketersediaannya tidak terkontaminasi air laut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi zona intrusi air laut agar mendapatkan kedalaman serta persebaran dari intrusi air laut tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger dan wenner- schlumberger dengan jumlah titik pengukuran sebanyak 8 titik dan 2 Lintasan. Pengolahan data pada konfigurasi schlumberger menggunakan software IP2WIN untuk meghasilkan curva matching dan software Strater5 untuk membuat profil kedalaman 1D dan dikorelasi antara titik tersebut menggunakan software surfer. Kemudian untuk konfigurasi wenner-schlumberger dilakukan inversi 2D menggunakan Res2Dinv untuk menghasilkan penampang 2D.
Hasil pengolahan yang dilakukan kedalaman teridentifikasinya intrusi air laut yaitu diawali oleh penampang 2D (Dimensi) konfigurasi wenner-schlumberger dengan arah tenggara- barat laut, dikedalaman 0 – 10 meter dan dikedalaman 48 meter. Sedangkan dari penampang 1D (Dimensi) konfigurasi schlumberger pada kedalaman 60-140 meter terdapatnya intrusi air laut. Serta persebaran intrusi air laut tersebut pada kedalaman 5 meter sampai pada kedalaman 10 meter disebalah barat peta. Pada kedalaman 48 meter di sisi timur laut dan selatan peta. Kontrol geologi yang mempengaruhi intrusi air laut pada daerah penelitian yaitu kontrol litologi, dimana berada pada formasi Endapan alluvium, yang tersusun oleh kerikil, pasir, lanau, lempung, dan lumpur yang tersebar di morfologi dataran dan sepanjang aliran sungai. Material penyusun ini bersifat lepas dan belum terkompaksi dengan baik.
Kata Kunci : Intrusi Air Laut, Geolistrik, Schlumberger, wenner-schlumberger.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Intrusi Air Laut, Geolistrik, Schlumberger, wenner-schlumberger.
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 21 Apr 2021 03:25
Last Modified: 16 Jan 2023 01:41
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/25275

Actions (login required)

View Item View Item