KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT MEKANIS PADA KEGIATAN PENGUPASAN OVERBURDENDAN PENAMBANGAN BATUBARA DI PIT PREBENCH TAMBANG AIR LAYA PT.BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk. TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN

HIDAYAT, DWI NURUL (2013) KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT MEKANIS PADA KEGIATAN PENGUPASAN OVERBURDENDAN PENAMBANGAN BATUBARA DI PIT PREBENCH TAMBANG AIR LAYA PT.BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk. TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
RINGKASAN.pdf

Download (42kB) | Preview

Abstract

Ringkasan PT. BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk. merupakan perusahaan tambang batubara yang memiliki daerah operasi di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Lokasi tambang yang dijadikan sebagai daerah penelitian adalah Pit Prebench Tambang Air Laya. Sistem penambangan yang diterapkan adalah sistem penambangan terbuka, dengan metode konvensional. Untuk kegiatan penambangan, seluruhnya dikerjakan oleh pihak kontraktor yaitu PT.Pamapersada Nusantara. Target produksi overburden pada pit Prebench Tambang Air Laya pada bulan November 2012 sebesar 750.000 bcm dan untuk batubara sebesar 250.000 ton. Operasi pengupasan material overburdenmengunakan alat gali-muat 3 (tiga) unit yaitu Excavator Komatsu PC 800, Excavator Komatsu PC 1250 dan Excavator Komatsu PC 2000 dan alat angkut sebanyak 12 unit Higway Dumptruck Komatsu 785-7, dengan jarak menuju tempat penimbunan adalah 2.000 meter. Sedangkan untuk penambangan batubara mengunakan alat gali- muat 2 (dua) unit yaitu Excavator Komatsu PC 400 dan alat angkut sebanyak 16 unit Dump Truck Hino 320 Ti. 1 (satu) alat muat melayani 8 (delapan) unit alat angkut dengan jarak menuju stockpileadalah 3.800 meter. Permasalahan yang terjadi adalah belum tercapainya target produksi dan terjadinya selisih yang besar antara produksi teoritis dan produksi nyata alat mekanis tersebut. Hasil perhitungan teoritis seharusnya alat mampu berproduksi lebih dari target produksi yang ditentukan, yaitu untuk pengupasan overburden 945.665,9 bcm dan penambangan batubara 297.280,3 ton. Sedangkan produksi nyata yg di peroleh pada bulan November 2012 untuk pengupasan overburden adalah 748.733 bcm dan untuk penambangan batubara adalah 248.518 ton. Tidak tercapainya sasaran produksi dikarenakan banyak faktor, salah satunya waktu kerja yang terbuang karena adanya hambatan kerja baik hambatan yang bisa dihindari maupun hambatan yang tidak bisa dihindari. Dengan adanya hambatanhambatan tersebut memperkecil waktu kerja efektif sehingga efisiensi rendah. Setelah dilakukan kajian dengan melakukan penambahan jam kerja maka terjadi peningkatan produksi overburden dari 748.733 bcm menjadi 750.800,15 bcm dan penambangan batubara dari 248.518 ton menjadi 250.121,8 ton. Untuk dapat mencapai target produksi yang diinginkan sebaiknya dilakukan pengawasan waktu kerja yang lebih ketat agar waktu kerja yang telah tersedia dimanfaatkan sebesar-besarnya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Ratna Sufiatin
Date Deposited: 26 May 2016 02:21
Last Modified: 26 May 2016 02:21
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/2490

Actions (login required)

View Item View Item