OPTIMASI PENGEBORAN SUMUR GEOTHERMAL DENGAN METODE AERATED UNDERBALANCE DRILLING PADA LAPANGAN GEOTHERMAL

BUDIRIANTO, EKO (2020) OPTIMASI PENGEBORAN SUMUR GEOTHERMAL DENGAN METODE AERATED UNDERBALANCE DRILLING PADA LAPANGAN GEOTHERMAL. Masters thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Cover Tesis_Eko Budirianto.pdf

Download (288kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak_Eko Budirianto.pdf

Download (438kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembaran Pengesahan_Eko Budirianto.pdf

Download (432kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi_Eko Budirianto.pdf

Download (715kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka_Eko Budirianto.pdf

Download (477kB) | Preview

Abstract

Lapangan “WSN” merupakan salah satu lapangan panas bumi produktif Indonesia. Dalam rangka menjaga keberlanjutan suplai uap ke PLTP unit 1 dan 2 maka dilakukan pemboran sumur “EB”. Sumur ini dibor secara directional. Section sumur 17 ½” dan 12 ¼” dibor menggunakan metode aerated underbalance drilling karena banyaknya rekahan alami dengan tekanan formasi subnormal yang menimbulan banyak hole problem. Agar operasi tersebut dapat berjalan dengan aman maka perlu ditentukan parameter operational window yang tepat. Metodologi penelitian tesis ini yaitu Penentuan Parameter aerated underbalace drilling yang optimum didapat dari penentuan operating window yang berupa grafik diplot terhadap BHP vs Qgas dari beberapa perhitungan antara lain: penentuan ALR (Perbandingan udara dengan air yang dipompakan), harga friction factor, BHP, hole clening, motor capacity dan bearing lubrication, untuk melihat margin window dari laju udara dan air yang terbaik untuk setiap interval kedalaman tersebut yang memenuhi semua batasan kriteria dengan pendekatan single depth analysis dan multi depth analysis. Berdasarkan perhitungan dan analisa, single depth analysis operating window pada section 17 ½” pada kedalaman 756 mMD menggunakan laju injeksi air 900 gpm dengan laju udara 1200 – 1300 scfm atau laju alir 1000 gpm dengan laju udara 900 – 1000 scfm dan pada section 12 ¼” pada kedalaman 1850 mMD menggunakan laju injeksi air 500 gpm dengan laju injeksi udara 2200 – 2500 scfm. Sedangkan berdasarkan multi depth analysis operating window pada kedalaman 360 – 600 mMD menggunakan laju air 900 gpm dan laju udara 320 scfm, untuk kedalaman 600 – 756 mMD menggunakan laju air 1000 - 1100 gpm dan laju udara 400 – 830 scm, untuk kedalaman 756 – 1020 mMD menggunakan laju air 600 - 650 gpm dan laju udara 1570 - 1800 scfm, untuk kedalaman 1020 – 1440 mMD menggunakan laju air 550 – 580 gpm dan laju udara 1800 – 2310 scfm, untuk kedalaman 1440 – 1850 mMD menggunakan laju air 510 – 550 gpm dan laju udara 2310 – 2500 scfm. Dengan mengaplikasikan parameter tersebut dalam pemboran sumur “EB”, didapatkan actual drilling time dan ROP yang lebih cepat, serta biaya pemboran yang lebih rendah karena resiko hole problem salah satunya pipa terjepit dapat diminimalisir.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Civil Engineering and the Environment
Depositing User: Nurul Alifah Rahmawati
Date Deposited: 03 Nov 2020 04:33
Last Modified: 03 Nov 2020 04:33
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/23829

Actions (login required)

View Item View Item