PENGARUH FRAGMENTASI PELEDAKAN OVERBURDEN TERHADAP DIGGING TIME ALAT MUAT LIEBHERR R9250 TAMBANG BATUBARA PT. CIPTA KRIDATAMA SITE PT. KALTIM JAYA BARA, BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

DARMAWAN, IVAN (2016) PENGARUH FRAGMENTASI PELEDAKAN OVERBURDEN TERHADAP DIGGING TIME ALAT MUAT LIEBHERR R9250 TAMBANG BATUBARA PT. CIPTA KRIDATAMA SITE PT. KALTIM JAYA BARA, BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Other thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Ringkasan & Abstract_112110061_Ivan Darmawan.pdf

Download (13kB) | Preview

Abstract

PT. Cipta Kridatama (PT. CK) merupakan perusahaan yang bergerak dalam jasa pertambangan. Perusahaan tersebut telah menangani berbagai proyek pertambangan di Indonesia, salah satunya adalah dari PT. Kaltim Jaya Bara (PT. KJB) yang berlokasi di Berau, Kalimantan Timur. Sistem penambangan yang diterapkan di PT. KJB adalah sistem tambang terbuka. Produksi batubara yang ditargetkan PT. KJB adalah 160.000 ton/bulan. PT. KJB membagi area penambangan menjadi Pit yang terdiri dari dua Panel yang melintang dari Utara ke Selatan, yaitu Panel 1 dan Panel 2. Kondisi batubara di kedua Panel yaitu multiple seam dengan kemiringan 15o - 25o menuju ke arah Timur Laut. Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan permasalahan terhadap hasil fragmentasi yang belum optimal sehingga digging time dari alat muat Liebherr R9250 tidak memenuhi target dengan yang ditetapkan perusahaan. Target digging time dari alat muat Liebherr R9250 adalah <12 detik. Berdasarkan hasil pengukuran aktual dengan menggunakan metode photographic atau analisa gambar menunjukan fragmentasi rata-rata passing 80% hasil peledakan berukuran 57,35 cm dengan rata-rata digging time sebesar 13,22 detik, sehingga produktivitas alat muat tidak tercapai, yaitu 972,08 bcm/jam atau <1.000 bcm/jam. Beberapa faktor penyebab tidak optimalnya ukuran fragmentasi persen passing 80 % diantaranya karena belum sesuainya antara penggunaan bahan peledak dan geometri pengeboran dan peledakan saat ini terhadap sifat dan karakteristik massa batuan yang keras sehingga diperlukan suatu penyesuaian daerah cakupan energi lubang ledak, penggunaan bahan peledak, serta usulan rancangan teknis geometri pengeboran dan peledakan saat ini. Geometri usulan yang direkomendasikan adalah mengubah geometri peledakan yang awalnya menggunakan teknik single deck menjadi stem charge dengan burden 7 m, spasi 8 m, stemming 3 m, stem charge height 2,4 m, stem charge length 0,7 m, powder charge 5 m, dan dengan menaikkan powder factor dari 0,22 kg/m3 menjadi 0,28 kg/m3. Untuk mengetahui ukuran fragmentasi passing 80% sesuai dengan yang diharapkan agar target digging time tercapai, maka dilakukan dua kali trial pada lokasi yang sama dengan menggunakan geometri pengeboran dan peledakan usulan. Pada hasil trial didapatkan fragmentasi persen passing 80% sebesar 28,99 cm dan 33,64 cm. Sedangkan digging time yang dihasilkan sebesar 10,75 detik dan 11,11 detik dan produktivitas alat muat menjadi 1.056,35 bcm/jam dan 1.043,44 bcm/jam. Sehingga target digging time sebesar <12 detik dan produktivitas alat muat sebesar >1.000 bcm/jam tercapai.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Geography
Depositing User: dewi sukarelawati
Date Deposited: 14 Sep 2016 07:52
Last Modified: 14 Sep 2016 07:54
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/236

Actions (login required)

View Item View Item