PRARANCANGAN PABRIK METIL TRIKLORIDA DARI DIMETIL KETON DAN NATRIUM HIPOKLORID DENGAN KAPASITAS 90.000 TON/TAHUN

RIZKA, ELLYA and PRASETYO ADI, VINCENSIUS (2020) PRARANCANGAN PABRIK METIL TRIKLORIDA DARI DIMETIL KETON DAN NATRIUM HIPOKLORID DENGAN KAPASITAS 90.000 TON/TAHUN. Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
ABSTRACT.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
INTISARI DAN ABSTRACT.pdf

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (347kB) | Preview

Abstract

Pabrik metil triklorid dirancang dengan kapasitas 90.000 ton/tahun, menggunakan bahan baku natrium hipoklorit yang diperoleh dari PT. Asahimas Chemical dan dimetil keton yang diperoleh dari KMG Singapore Pte, Ltd. Lokasi pabrik didirikan di Kawasan industri Cilegon, Banten. Perusahaan akan didirikan dengan badan hukum Perseroan Terbatas (PT), dengan jumlah karyawan 176 orang. Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun, dengan proses produksi selama 24 jam/hari dan luas tanah yang diperlukan adalah 10,2 hektar. Reaksi pembuatan metil triklorid diawali dengan mereaksikan natrium hipoklorit dan dimetil keton didalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) pada suhu 70°C dan tekanan 2 atm. Reaksi terjadi pada fasa cair yang bersifat eksotermis, sehingga untuk menjaga suhu reaksi diperlukan koil pendingin. Produk keluar reaktor berupa metil triklorida, natrium hidroksida, natrium asetat, air, serta sisa reaktan natrium hipoklorit dan dimetil keton. Produk keluar reaktor kemudian dialirkan menuju netralizer untuk dinetralkan dengan mereaksikan asam sulfat yang telah diencerkan dengan mixer pada suhu 79,56 °C dan tekanan 2 atm. Produk keluar dekanter hasil atas didinginkan untuk dikirim menuju unit pengolahan lanjut. Hasil bawah dekanter dialirkan menuju menara distilasi pada suhu 79,56 dan tekanan diturunkan dengan expansion valve. Hasil atas menara distilasi yaitu produk utama metil triklorida dengan kemurnian 99% dikondensasi dan dipompa untuk disimpan pada tangki produk. Sedangkan hasil bawah menara distilasi berupa mayoritas air dan sejumlah kecil metil triklorida dipompa dan didinginkan untuk dikirim menuju unit pengolahan lanjut. Utilitas yang diperlukan pabrik metil triklorida berupa air sebanyak 589.285,9 kg/jam dan air make up sebanyak 24.777,79 kg/jam. Daya listrik sebesar 720 kW disuplai dari PLN dengan cadangan 1 buah generator berkapasitas 720 kW dengan kebutuhan bahan bakar 747,68 liter/tahun. Kebutuhan bahan bakar diesel oil diperoleh dari PT Pertamina sebanyak 2.464,74 kg/tahun. Kebutuhan udara tekan disuplai dari unit udara tekan dengan kapasitas 48 m3/jam dan tekanan 5 atm. Kebutuhan steam jenuh sebagai pemanas disuplai dari unit boiler dengan kapasitas 35682,8 kg/jam dan suhu steam jenuh sebesar 150oC. Ditinjau dari segi ekonomi, pabrik metil triklorida ini membutuhkan fixed capital $ 16.206.258.50 dan Rp 127.776.498.280,44,- . Working capital sebesar $ 1.800.695,39 dan Rp 141.973.886.978,94,-. Analisis ekonomi pabrik metil triklorida ini menunjukkan nilai ROI sebelum pajak sebesar 25,99% dan ROI sesudah pajak sebesar 24,69%. Nilai POT sebelum pajak adalah 2,78 tahun dan POT sesudah pajak adalah 2,88 tahun. BEP sebesar 54,96% kapasitas produksi dan SDP sebesar 31,7% kapasitas produksi. DCF sebesar 21,15%. Berdasarkan data analisis teknis dan ekonomi tersebut, maka pabrik metil triklorida layak untuk didirikan. Kata kunci : dimetil keton, metil triklorid , natrium hipoklorit

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: dimetil keton, metil triklorid , natrium hipoklorit
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 19 Aug 2020 06:11
Last Modified: 19 Aug 2020 06:11
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/23422

Actions (login required)

View Item View Item