PERBAIKAN ALAT BANTU KERJA UNTUK MEMPERBAIKI POSTUR KERJA PADA PEKERJA STASIUN KERJA PENGIKIRAN GUNA MENCEGAH RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDER (Studi Kasus: UKM Yulianto Alumunium, Banguntapan, Bantul)

Maulida, Dian Nurul (2020) PERBAIKAN ALAT BANTU KERJA UNTUK MEMPERBAIKI POSTUR KERJA PADA PEKERJA STASIUN KERJA PENGIKIRAN GUNA MENCEGAH RESIKO MUSCULOSKELETAL DISORDER (Studi Kasus: UKM Yulianto Alumunium, Banguntapan, Bantul). Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1. Cover.pdf]
Preview
Text
1. Cover.pdf

Download (82kB) | Preview
[thumbnail of 2. Abstrak.pdf]
Preview
Text
2. Abstrak.pdf

Download (145kB) | Preview
[thumbnail of 4. Lembar Pengesahan.pdf]
Preview
Text
4. Lembar Pengesahan.pdf

Download (217kB) | Preview
[thumbnail of 5. Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
5. Daftar Isi.pdf

Download (238kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (175kB) | Preview
[thumbnail of 3.-Skripsi-Ergonomi-dan-Perancangan-Sistem-Kerja.pdf] Text
3.-Skripsi-Ergonomi-dan-Perancangan-Sistem-Kerja.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

UKM Yulianto Alumunium merupakan salah satu industri pengecoran logam yang berada di daerah Kota Gede, Yogyakarta. Beberapa produk yang dihasilkan di UKM ini diantaranya adalah wajan, tutup panci, dan cetakan kue. Jumlah pekerja yang bekerja pada UKM Yulianto Alumunium berjumlah 15 orang. UKM Yulianto Alumunium dalam sehari dapat menghasilkan produk sebanyak 200-400 produk perhari. Berdasarkan hasil observasi, beberapa pekerja mengalami keluhan pegal –pegal, rasa nyeri dan juga kram pada bagian tubuh seperti pada bagian punggung, leher dan juga kaki. Gangguan otot rangka dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pekerja saat melakukan pekerjaan, akibatnya pekerjaan yang dilakukan tidak terselesaikan dengan maksimal.
Untuk mengetahui seberapa besar beban kerja yang dialami oleh para pekerja maka pada penelitian ini menggunakan metode 10 denyut untuk menentukan stasiun kerja mana yang memiliki beban kerja paling berat, setelah itu melakukan penyebaran kuesioner Nordic Body Map untuk menentukan bagian tubuh mana saja yang mengalami sakit atau nyeri. Setelah melakukan penyebaran kuesioner maka hal yang dilakukan adalah menganalisis postur kerja dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) untuk mendapatkan skor yang nantinya untuk mengetahui keadaan pekerja pada level apa dan memerlukan perbaikan atau tidak Jika memerlukan perbaikan maka langkah selanjutnya yaitu merancang alat bantu kerja dengan menggunakan anthropometri dan nilai persentil dari para pekerja agar pekerja merasa lebih nyaman, ergonomis dan efisien dari sebelumnya.
Hasil dari penelitian menuunjukkan bahwa alat bantu kerja yang dirancang dapat mengurangi postur kerja beresiko dilihat dari hasil skor REBA yang semula sebesar sepuluh dan setelah menggunakan alat bantu kerja skor REBA berkurang menjadi enam dimana level resiko sedang, dan hasil kuesioner Nordic Body Map yang semula terdapat 27 keluhan dan berkurang menjadi 11, serta waktu produksi lebih cepat dibanding sebelumnya.
Kata Kunci : Rapid Entire Body Assesment (REBA), Nordic Body Map,Postur Kerja

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Rapid Entire Body Assesment (REBA), Nordic Body Map,Postur Kerja
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 10 Aug 2020 04:49
Last Modified: 02 Jan 2023 04:40
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/23382

Actions (login required)

View Item View Item