EVALUASI PROBLEM LOST CIRCULATION TRAYEK INTERMEDIATE 12 1/4” BERDASARKAN ANALISA GEOPRESSURE PADA SUMUR “IDW-1” LAPANGAN “PDH” MENGGUNAKAN DATA LOG

WIBOWO, ILHAM DARY (2020) EVALUASI PROBLEM LOST CIRCULATION TRAYEK INTERMEDIATE 12 1/4” BERDASARKAN ANALISA GEOPRESSURE PADA SUMUR “IDW-1” LAPANGAN “PDH” MENGGUNAKAN DATA LOG. Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of abstrack.pdf]
Preview
Text
abstrack.pdf

Download (155kB) | Preview
[thumbnail of cover.pdf]
Preview
Text
cover.pdf

Download (263kB) | Preview
[thumbnail of daftar isi.pdf]
Preview
Text
daftar isi.pdf

Download (169kB) | Preview
[thumbnail of lembar pengesahan.pdf]
Preview
Text
lembar pengesahan.pdf

Download (389kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (216kB) | Preview
[thumbnail of Ilham-Dary-Wibowo---113160133---Skripsi-1.pdf] Text
Ilham-Dary-Wibowo---113160133---Skripsi-1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Analisa geopressure dan analisa geomechanics merupakan dua kombinasi analisa yang digunakan untuk membuat profil tekanan bawah permukaan. Dari kedua analisa tersebut akan dijadikan sebagai dasar utama dalam evaluasi setelah pemboran, terutama dari sisi berat lumpur. Pada sumur IDW-1 berdasarkan final well report terdapat problem mud loss yang terjadi karena faktor formasi pada rentang kedalaman 2215 ft TVD sampai 3200 ft TVD. Masalah lubang bor tersebut terjadi pada Formasi Petani dengan litologi yang didominasi batuan shale.
Dalam melakukan analisa ini, langkah awal yang dilakukan adalah pengumpulan data dari final well report. Tahapan selanjutnya adalah melakukan cut off shale pada gamma ray log untuk memisahkan litologi shale dan non shale pada sonic log. Dilain sisi overburden pressure dihitung berdasar konversi satuan dari density log. Dari OBG yang telah dianalisa sebelumnya, dan divalidasi dengan data DST pada kedalaman 5980 ft sebesar 8.12 ppg, bisa didapatkan pore pressure dengan metode Eaton Dxc. Selanjutnya dilakukan perhitungan parameter rock mechanics terlebih dahulu. Kemudian Fracture pressure dihitung menggunakan metode Mathews & Kelly kemudian dikalibrasi dengan data LOT pada kedalaman 1835 ft sebesar 10.6 ppg. Langkah selanjutnya menentukan minimum horizontal stress metode Mohr Coulomb dan divalidasi dengan data fracture pressure. Lalu untuk menghitung maximum horizontal stress digunakan data OBG, Shmin dan angka faktor tektonik menurut Anderson. Berdasar teori Anderson, menurutnya jika patahan yang terjadi adalah strike-slip (patahan pada sumur IDW-1) maka besarnya Shmin < OBG < SHmax. Dan yang terakhir adalah perhitungan shear failure gradient menggunakan metode Modified Lade Criteration dan divalidasi dengan data pore pressure.
Dari hasil profil tekanan yang telah dibuat pada sumur IDW-1, dimasukkan data mud weight actual. Setelah dianalisa, pada kedalaman 2215 ft TVD sampai 3200 ft TVD nilai densitas yang digunakan tidak lebih besar dari Shmin dan atau Fracture Pressure , yang secara teori problem lost circulation yang terjadi saat operasi pemboran karena faktor formasi. Mengetahui hal ini, dilakukan perbaikan dengan penggunaan LCM (lost circulation material) maupun dengan penyemenan. Sehingga densitas lumpur yang digunakan saat pemboran dinilai aman untuk digunakan karena tidak lebih besar dari minimum horizontal stress dan fracture pressure. Berdasarkan safe mud window, range mud weight yang digunakan untuk pemboran trayek 12 1/4” kedalaman 1830-4155 ft TVD adalah 9 – 9,5 ppg,.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Analisa geopressure dan analisa geomechanics
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 10 Aug 2020 04:26
Last Modified: 28 Oct 2022 02:36
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/23380

Actions (login required)

View Item View Item