STUDI LABORATORIUM PENGGUNAAN LUMPUR KCL POLYMER TERHADAP SHALE PROBLEM DENGAN MENGGUNAKAN LINEAR SWELL METER DI PT SCOMI OILTOOLS

YUDA SYAHPUTRA, RIZKI (2020) STUDI LABORATORIUM PENGGUNAAN LUMPUR KCL POLYMER TERHADAP SHALE PROBLEM DENGAN MENGGUNAKAN LINEAR SWELL METER DI PT SCOMI OILTOOLS. Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[img] Text
Cover.pdf

Download (217kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (62kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (31kB)
[img] Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (157kB)

Abstract

Operasi pemboran dilakukan dengan tujuan dapat mencapai target yang telah dipekirakan, aman, dan tentunya efektif. Salah satu parameter utama dalam mencapai suksesnya operasi pemboran ialah lumpur (fluida pemboran). Salah satu problem yang dipengaruhi oleh fungsi lumpur yaitu terjadinya problem swelling. Perlunya pemilihan jenis lumpur yang tepat dalam pemboran formasi shale agar tidak terjadi problem swelling melatar belakangi penelitian pada laboratorium, sehingga mampu untuk memperoleh jenis lumpur manadan komposisi yang tepat yang mampu menanggulangi problem swelling yang paling efektif. Dalam skripsi kali ini, penulis akan menguji dan membandingkan lima jenis lumpur KCL Polymer dengan menggunakan pengujian laboratorium. Swelling terjadi karena adanya reaksi dari clay terhadap air. Untuk dapat mengetahui kapasitas terjadinya swelling dapat dilakukan tes dengan alat Linear Swellmeter. Pada uji lab ini dilakukan tes dengan sampel cutting dari Lapangan X, yang di uji dengan beberapa macam tipe lumpur yaitu Lumpur KCl Polymer dengan komposisi KCl 0%,3%, 5%, 7%, dan 10%.untuk lumpur 0% KCL digunakan uji MBT, untuk mengetahui apakah terjadi swelling dengan ditambahkannya cutting. Untuk 4 lumpur lainnya uji dilakukan dengan menggunakan alat LSM. Sebelum dibandingkan 5 lumpur tersebut harus di uji rheologynya terlebih dahulu agar dapat sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan untuk dapat membandingkan antar lumpur yang ada. Dari hasil uji yang dilakukan didapatkan hasil yaitu pada lumpur 0% KCL didapat hasil MBT 36 MEQ/100 gr clay dengan batas nilai MBT untuk mengetahui terjadi swelling yaitu 10 MEQ/100gr clay, pada lumpur 3% KCl Polymer terjadi pengembangan clay sebesar 12.3%, pada lumpur 5% KCl Polymer terjadi pengembangan clay sebesar 11%, pada lumpur 7% KCl Polymer terjadi pengembangan clay sebesar 8.8%, pada lumpur 10% KCl Polymer terjadi pengembangan clay sebesar 7.2%, Analisa dari hasil diatas yaitu pada lumpur 10% KCl Polymer terjadi swelling yang paling kecil sebesar 7.2%, sehingga lumpur 10% KCl Polymer dapat dikatakan optimum untuk digunakan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 20 Jan 2020 03:16
Last Modified: 20 Jan 2020 03:16
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/22157

Actions (login required)

View Item View Item