DESAIN PENGASAMAN MATRIKS KARBONAT PADA SUMUR “X” LAPANGAN “Y”

WISNU ADI WARDHANA, DIAN (2013) DESAIN PENGASAMAN MATRIKS KARBONAT PADA SUMUR “X” LAPANGAN “Y”. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Abstract.pdf

Download (133kB) | Preview

Abstract

Maksud dari skripsi ini adalah memilih dan merencanakan jenis Stimulasi Acidizing yang sesuai dengan kondisi sumur produksi yang dalam hal ini batuan reservoir berjenis karbonat limestone, sehingga dengan dilakukannya Stimulasi Acidizing dengan menggunakan fluida stimulasi berbahan dasar Asam Hydrochloric Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah dengan cara menganalisa kerusakan formasi dengan melihat sejarah produksi sumur, hasil analisa Pressure Build Up Test, dan juga dengan melihat kurva IPR Sumur. Kemudian mendesain stimulasi acidizing melalui metode perhitungan trial & eror dengan beberapa persamaan yang sudah ditentukan. A. PENDAHULUAN Sumur “X” lapangan “Y” memproduksikan hidrokarbon pada formasi “B” yang dominasi batuannya adalah batugamping. Sumur “X“ pertama kali diproduksikan di Formasi “B” pada tanggal 31 Januari 2007, sumur “X” dinyatakan selesai sebagai sumur penghasil minyak pada Formasi “B” selang 6474,7 – 6507,5 ft secara sembur alam. Pada saat pertama diproduksikan produksi pada sumur “X” adalah produksi minyak 469,734 bopd, gas 726,6 Mcfd, liquid 710,641 blpd, dan water cut 33,9 %. Pada saat dilakukan test terakhir pada sumur “X” permeabilitas formasi masih tergolong besar yaitu 357 md sedangkan kondisi watercutnya masih tergolong rendah yaitu 11%, namun pada sumur “X” diketahui terdapat kerusakan formasi mengembalikan permeabilitas formasi ke kondisi semula dan meningkatkan kemampuan produksi sumur. Pengasaman Matriks Pengasaman Matriks dilakukan dengan menginjeksikan secara merata larutan asam dengan tekanan injeksi di bawah tekanan rekah formasi. Matrix Acidizing dapat juga menimbulkan efek samping yang kurang baik seperti terjadinya korosi. Untuk meminimalisir efek samping tersebut maka perlu ditambahkan bahan additive ke dalam larutan asam. Additive yang paling utama digunakan adalah corrosion inhibitor untuk mengurangi efek asam yang korosif. B. DASAR TEORI Pengasaman Matriks Adapun anggapan-anggapan yang digunakan dalam acidizing ini adalah : 1. Formasinya homogen 2. Ukuran pori-porinya seragam 3. Kecepatan reaksi menurun secara uniform dengan berkurangnya kosentrasi asam. 4. Beratnya limestone yang terlarut pada tiap pertambahan jarak menurun secara uniform sampai seluruh asam terpakai. Kelarutan partikel-partikel batuan / efektivitas pengasaman tergantung dari faktorfaktor yang mempengaruhi, diantaranya: 1. Surface area terhadap volume pori 2. Tekanan 3. Temperatur 4. Konsentrasi Asam 5. Kecepatan Aliran 6. Komposisi Batuan - Penyebaran Asam Kedalam Media Berpori. Pergerakan asam di dalam media berpori tergantung pada banyak hal antara lain konsentrasi asam, jenis-jenis mineral yang diasam dan yang dikandung oleh lapisan, dan temperatur lapisan. Kecepatan rambat asam di dalam media berpori menentukan penyebaran asam di dalam media berpori. Semakin cepat asam tersebut bergerak, maka makin luas pula daerah yang akan terkena asam. Untuk mengetahui kecepatan pergerakan “front” asam di dalam media berpori perlu diketahui tentang kinetika antara reaksi asam dengan mineral batuan. Sifat heterogenitas batuan serta distribusi mineral yang tidak merata menyebabkan kecepatan dan penyebaran asam yang tidak merata dalam lapisan. Sebagai akibat pengaruh ketidak homogenan tersebut, telah dikembangkan model penyebaran asam yang dapat digunakan sebagai latar belakang perencanaan operasi pengasaman antara lain adalah model pembentukan dan pertumbuhan “wormhole”. Modelmodel tersebut antara lain menggambarkan tentang compact dissolution, diffusion-limited wormholing, fluid-loss limited wormholing dan uniform dissolution.- Kerusakan Formasi Secara umum, kerusakan formasi didefinisikan sebagai penurunan permeabilitas awal formasi yang terjadi akibat adanya penyumbatan pada bagian atau seluruh daerah di sekitar lubang bor. Umumnya, kerusakan formasi dapat disebabkan oleh penyumbatan partikel – partikel padat pada ruang –ruang berpori, migrasi fines, pengendapan bahan kimia, pengaruh fluida, pengaruh mekanis dan pengaruh biologis. Secara umum, kerusakan formasi selama pengoperasiaan sumur dapat bersumber dari kegiatan pemboran, komplesi, produksi maupun injeksi. - Prosedur Pelaksanaan Matrix Acidizing Sebelum melaksanakan pengasaman, perlu diketahui tentang penempatan fluida selama stimulasi pengasaman. Disini ada tiga tahap pemompaan fluida selama pengasaman, yaitu preflush, fluida treatment, dan fluida overflush. 1. Pre-Flush Fluida pre-flush harus dipompakan di depan larutan asam untuk menghindari terjadinya kontak langsung antara asam dengan fluida formasi. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan terbentuknya sodium dan potassium fluosilicate sebagai reaksi antara asam dengan ion-ion yang ada. Endapan tersebut terbentuk jika asam fluosilicate dan fluoaluminic bertemu dengan potassium atau sodium yang terkandung dalam air formasi. Jenis-jenis pre-flush yang dapat dipilih antara lain asam HCl, diesel, kerosene dan ammonium chloride 4Cl 2. Flush atau Fluida Main Treatment Pada main treatment ini fluida dirancang untuk mengatasi kerusakan-kerusakan yang ada pada formasi. Fluida treatment yang dipakai dalam pengasaman bergantung pada jenis batuan dan fluida reservoir yang akan distimulasi. 3. Overflush Fluida overflush digunakan untuk mendorong fluida treatment dalam formasi. Fluida ini meyakinkan bahwa asam akan bereaksi di dalam formasi. Fluida yang umum digunakan dalam overflush adalah NH4 Cl, HCl solar dan kerosene. Pemilihan jenis asam yang akan digunakan harus memperhatikan komposisi batuan pada formasi yang dimaksud, jenis fluida formasi, dan faktor ekonomisnya. Hal ini dimaksudkan agar pengasaman dapat bermanfaat sebagaimana mestinya dan tidak menimbulkan efek samping akibat adanya reaksi antara asam dengan mineral-mineral penyusun batuan yang akan dapat menyebabkan terbentuknya endapan baru setelah pengasaman. - Prosedur Perhitungan Sebelum menghitung proses pengasamannya, perlu dianalisa terlebih dahulu performa dari sumur yang akan diasam, yaitu dengan menganalisa produktivitas formasi dari sumur tersebut. Berikut langkah-langkah yang akan dilakukan. 1. Membuat kurva IPR awal dengan menggunakan metode Pudjo Sukarno 2. Menghitung IPR harapan setelah dilakukan proses pengasaman matriks 3. Menghitung volume asam yang akan digunakan C. HASIL ANALISA Penurunan laju produksi yang terjadi pada sumur “X” diidentifikasikan terjadi karena adanya kerusakan formasi, hal ini dapat dilihat dari sejarah produksi sumur “X”, pada beberapa hari terakhir sebelum sumur dilakukan analisa PBU test laju produksi minyak dan air pada formasi “B” mengalami penurunan secara signifikan yaitu dari 605,645 bopd minyak dan 279,67 bwpd air pada 5 Juli 2008 turun menjadi 457,256 bopd minyak dan 112,78 bwpd air pada 18 Juli 2008, setelah dilakukan analisa PBU test ternyata terdapat nilai skin Untuk penanggulangan problem ini sendiri dipilih stimulasi pengasaman matriks karena terdapat harga skin positif, harga permeabilitas masih cukup besar sehingga tidak diperlukan proses perekahan hidrolik, dan jenis batuan yang terdapat pada formasi “B” adalah karbonat limestone Langkah awal dalam mendesain pengasaman adalah menghitung IPR sebelum dilakukan pengasaman dan IPR harapan setelah dilakukan pengasaman. Dalam menghitung IPR ini dipilih metode persamaan Pudjo Sukarno untuk yang 2 fasa. Persamaan Pudjo Sukarno 2 fasa dipilih karena kandungan air Target dari desain pengasaman ini adalah menghilangkan harga skin damage, sehingga dasar untuk menghitung IPR harapan setelah dilakukan pengasaman adalah IPR dengan harga Sd = 0. Untuk menghitung harga skin damage harus dicari dulu harga skin perforasinya dengan persamaan Saidikowski, skin perforasi yang didapat adalah 2,51. Sehingga didapat harga skin damage adalah 4,62. Setelah diketahui harga skin damage langkah berikutnya adalah menghitung harga permeabilitas area yang terkena skin Tahapan selanjutnya adalah menentukan volume asam yang akan diinjeksikan. Harga radius skin damage Langkah selanjutnya adalah menghitung volume asam yang akan digunakan, namun sebelumnya perlu dihitung terlebih dahulu Gravimetric Dissoving Power serta Dissoving Power Volumetric untuk asam HCl 15% angka kelarutan asam HCl 15% untuk batuan karbonat limestone D. KESIMPULAN Dari hasil studi yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Sumur “X” merupakan sumur yang masih berproduksi, namun dilihat dari sejarah produksi dan hasil analisa PBU test, terdapat harga skin positif 7,13 yang dapat menghambat laju produksi sumur “X”. 2. Harapan setelah dilakukan pengasaman matriks dengan menggunakan HCl 15% adalah hilangnya skin damage dari 4,62 menjadi 0, permeabilitas area skin meningkat dari 125,6 md menjadi 375 md, dan radius penetrasi asamnya adalah 0,9 ft. Sedangkan laju produksi minyak ( 3. Perencanaan pengasaman matriks ini sendiri dipilih asam HCl 15% karena jenis batuan pada formasi “B” adalah batuan karbonat limestone yang mempunyai reaksi yang cukup bagus dengan HCl 15%, sedangkan volume asam yang dibutuhkan adalah sebanyak 135,15 galon. E. DAFTAR PUSTAKA Ahr, Wayne M., “Geology Of Carbonate Reservoirs”, John wiley & Sons Publications, New Jersey, 2008. Bambang Tjondrodipoetro, M. Sc, “Acidizing And Hydraulic Fracturing”, Intermediate Course, Yogjakarta, 2005. Economides, Michael J., “Reservoir Stimulation”, Schlumberger, Texas, 2000. Gravestock, D. I ., “Petroleum Geology of South Australia Vol4: Cooper Basin”, Prymary Industries and Resource SA, Australia, 1998. Guo, Boyun., “Petroleum Production Engineering”, Elsevier Science & Technology Books, Lousiana, 2007. Lake, Larry W., “Production Operations Engineering” , Society of Petroleum Engineers, Austin, 2007. Santoso, Anas Puji ., “Teknik Produksi I” , UPN “Veteran”, Yogyakarta, 1988. Williams, Bert B., “ Acidizing Fundamentals ” , Society of Petroleum Engineering of AIME, New York, 1979. “Acidizing Concepts And Design” , BJ Service. Data Lapangan Pertamina EP Region Jawa. Data Sumu -Sumur Lapangan Tambun, Pertamina EP Region Jawa, Cirebon,2010.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 24 May 2016 02:11
Last Modified: 24 May 2016 02:11
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/2200

Actions (login required)

View Item View Item