PENGURANGAN RISIKO BENCANA MELALUI PENGELOLAAN PERSEPSI RISIKO DAN ADAPTASI ASET PENGHIDUPAN KOMUNITAS DI HUNIAN TETAP BATUR, DESA KEPUHARJO KECAMATAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN

KRISTANTO, WANA (2020) PENGURANGAN RISIKO BENCANA MELALUI PENGELOLAAN PERSEPSI RISIKO DAN ADAPTASI ASET PENGHIDUPAN KOMUNITAS DI HUNIAN TETAP BATUR, DESA KEPUHARJO KECAMATAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN. Masters thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[img] Text
Wana Kritanto_21416004_Halaman Judul.pdf

Download (506kB)
[img] Text
Wana Kritanto_21416004_Daftar Isi.pdf

Download (377kB)
[img] Text
Wana Kritanto_21416004_Abstrak.pdf

Download (185kB)
[img] Text
Wana Kristanto_21416004_Halaman Pengesahan.pdf

Download (397kB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi risiko masyarakat atas perubahan karakter erupsi G. Merapi dan strategi adaptasi aset penghidupan masyarakat Hunian Tetap Batur. Setelah kejadian erupsi tahun 2010, oleh Pemerintah wilayah yang terdampak langsung awan panas dilarang untuk didirikan kembali pemukiman. Aktifitas pada daerah yang masuk Kawasan Rawan Bencana dibatasi, penggunaan sesuai dengan peraturan Pemerintah. Untuk membantu masyarakat, pemerintah melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi memberikan bantuan rumah. Pemukiman baru ini berkonsep seperti perumahan dan dilengkapi dengan fasilitas umum. Bermukim pada tempat baru membutuhkan strategi dan cara untuk menjaga kelangsungan hidup. Dengan aset yang dimiliki setelah erupsi, masyarakat beradaptasi untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya. Metode penelitian dianalisis secara kualitatif diskriptif dan proses pengambilan data dilakukan secara partisipatif dengan menggunakan alat Participatory Rural Appraisal (PRA). Penelitian ini mengunakan alat; wawancara, focus group discusions, kecenderungan dan perubahan, aktifitas keseharian, peta mobilitas, dan sketsa kebun.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perubahan karakter ancaman erupsi G. Merapi menjadikan pengetahuan dan pengalaman masyarakat Huntap Batur akan bahaya dari G. Merapi bertambah. Dengan hal ini warga Huntap Batur menjadi tangguh dalam menghadapi erupsi pada masa mendatang. Ketangguhan dapat dilihat dari kemampuan warga Huntap Batur dalam mengelola aset penghidupan. Bentuk adaptasi pada lingkungan baru dapat dilakukan dengan memanfaatkan aset yang dimiliki dan mampu dikelola. Kepemilikan aset warga Huntap Batur cenderung meningkat dibandingkan sebelum terjadi erupsi G. merapi 2010. Kata kunci: Erupsi G. Merapi 2010, persepsi, risiko, aset penghidupan, Participatory Rural Appraisal

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Management
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 09 Jan 2020 01:46
Last Modified: 09 Jan 2020 01:46
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/21944

Actions (login required)

View Item View Item