PERLAKUAN KITOSAN UNTUK PERCEPATAN PERKECAMBAHAN BULBIL DAN PERTUMBUHAN FASE VEGETATIF AWAL ILES – ILES (Amorphophallus muelleri Blume)

Najam, Satafa Alfian (2020) PERLAKUAN KITOSAN UNTUK PERCEPATAN PERKECAMBAHAN BULBIL DAN PERTUMBUHAN FASE VEGETATIF AWAL ILES – ILES (Amorphophallus muelleri Blume). Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 2. ABSTRAK.pdf]
Preview
Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (159kB) | Preview
[thumbnail of 3. DAFTAR ISI.pdf]
Preview
Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (189kB) | Preview
[thumbnail of 4. LEMBAR PENGESAHAN.pdf]
Preview
Text
4. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (704kB) | Preview
[thumbnail of 5. COVER.pdf]
Preview
Text
5. COVER.pdf

Download (518kB) | Preview
[thumbnail of 1.-SKRIPSI-.pdf] Text
1.-SKRIPSI-.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ALFIAN NAJAM. Perlakuan Kitosan untuk Percepatan
Perkecambahan Bulbil dan Pertumbuhan Fase Vegetatif Awal Iles-Iles
(Amorphophallus muelleri Blume). Dibawah bimbingan SUMARWOTO PS dan
M. HUSAIN KASIM.
ABSTRAK
Perbanyakan tanaman iles-iles menggunakan bulbil dihadapkan pada permasalahan
lamanya fase dormansi. Iles-iles mengalami fase pertumbuhan vegetatif secara
periodik yang diselingi fase dormansi. Penelitian ini bertujuan untuk mempercepat
perkecambahan bulbil dan pertumbuhan fase vegetatif awal iles-iles dengan
perlakuan perendaman dan konsentrasi kitosan. Rancangan lingkungan yang
digunakan adalah acak lengkap faktorial. Terdiri atas 2 faktor, faktor pertama lama
perendaman, terdiri atas 3 perlakuan: perendaman 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Faktor
kedua adalah konsentrasi kitosan terdiri atas 3 perlakuan: 0 ppm, 2500 ppm, dan 5000
ppm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati
meliputi kecepatan berkecambah, daya kecambah, jumlah daun, tinggi tanaman,
diameter tangkai (batang semu), diameter daun, bobot umbi, dan diameter umbi. Data
yang diperoleh dianalisis keragamannya dengan menggunakan sidik ragam jenjang
nyata 5%. Uji lanjut dilakukan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada
jenjang nyata 5%. Tidak ada interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi
kitosan. Perendaman pada konsentrasi 2500 ppm memberikan hasil terbaik dibanding
perendaman pada konsentrasi 5000 ppm maupun tanpa perendaman kitosan.
Perendaman dengan kitosan yang lebih lama (3 jam) memberikan pengaruh
pertumbuhan yang lebih baik pada tinggi tanaman, diameter tangkai, diameter daun,
dan bobot umbi.
Kata kunci : bulbil, kitosan, pertumbuhan, iles – iles

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 06 Jan 2020 04:47
Last Modified: 10 Feb 2023 04:14
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/21928

Actions (login required)

View Item View Item