PG. MADUKISMO MENGHITUNG NERACA MASSA PADA MULTIEFFECT EVAPORATOR

Afnanta, Muhammad Dzikra (2020) PG. MADUKISMO MENGHITUNG NERACA MASSA PADA MULTIEFFECT EVAPORATOR. Diploma thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi.pdf

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (365kB) | Preview

Abstract

Pabrik Gula (PG) Madukismo terletak di desa Padokan, kelurahan Tirtonirmolo, kecamatan kasihan, kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada awalnya PG. Madukismo didirikan atas prakarsa Sri Sultan Hamengkubuwonio IX, pada tahun 1955. Hasil produksi PG. Madukismo adalah gula SHS I (Super Head Sugar I) dengan hasil samping berupa tetes. Sedngkan limbah yang terbentuk berupa ampas tebu dan blotong, serta limbah cair lainnya. Tetes sebagai hasil samping sebagian besar digunakan dalam bahan baku pembuatan spiritus yang terintegrasi di lingkungan PG Madukismo. Limbah yang berupa ampas tebu dijadikan sebagai bahan bakar pada ketel uap, sedangkan blotong dimanfaatkan untuk pupuk tanaman Pabrik Gula Madukismo memiliki 5 buah mesin evaporator yang disusun secara seri. Kelima mesin evaporator ini bekerja secara kontinyu, interchangeable dengan sistem Quaduple effect. Mesin evaporator memiliki luas bidang pemanasan yang berbeda satu dengan yang lain. Evaporator yang secara aktif digunakan sebanyak 4 buah, sedangkan 1 buah evaporator lainnnya digunakan sebagai cadangan apabila mesin lainnya dibersihkan. Penysunan mesin secara interchangeable bertujuan untuk mempermudah pembersihan mesin dari kerak yang terbentuk dari sisa nira kental yang menempel secar bergantian. Sistem Quadruple effect merupakan suatu sistem proses dimana uap air yang dihasilkan dari bejana evaporator bisa digunakan kembali sebagai uap.pemanas untuk bejana evaporator lain. Dari perhitungan neraca massa. Pada Evaporator 1 dan 2 dapat memanaskan sampai suhu 100 hingga 120˚C. Untuk menjadikan nira lebih kental dari sebelumnya kemudian pada evaporator 3 dan 4 ketika bekerja, diperlukan bantuan vakum bertekanan 0,58 bar. Dengan tekanan tersebut memungkinkan air menguap pada suhu 95˚C dan 60˚C. Hal ini bertujuan agar keluar dari evaporator 3 dan 4 suhu nira tidak terlalu tinggi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 06 Jan 2020 04:43
Last Modified: 06 Jan 2020 04:43
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/21927

Actions (login required)

View Item View Item