MINERALISASI BATUAN PRA-TERSIER DAERAH SEBORO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SADANG, KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH

SIADARI, FREDY HERI YANTO (2019) MINERALISASI BATUAN PRA-TERSIER DAERAH SEBORO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SADANG, KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH. Masters thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[img] Text
#1, TESIS - FREDY HERI YANTO SIADARI - 211.150.016.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (17MB)
[img]
Preview
Text
#2, ABSTRAK.pdf

Download (152kB) | Preview
[img]
Preview
Text
#3, HALAMAN JUDUL.pdf

Download (76kB) | Preview
[img]
Preview
Text
#4, HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING.pdf

Download (318kB) | Preview
[img]
Preview
Text
#6, DAFTAR ISI.pdf

Download (278kB) | Preview

Abstract

Lokasi penelitian dilakukan di Daerah Seboro dan Sekitarnya, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah. Litologi yang dijumpai pada daerah penelitian terbagi menjadi; litologi batuan sekis Komplek Melange Lok-Ulo, litologi batuan filit Komplek Melange Lok-Ulo, litologi batuan serpentinit Komplek Melange Lok-Ulo, litologi batuan batugamping merah dan rijang Komplek Melange Lok-Ulo berumur Kapur - Paleosen, serta aluvial yang berumur Quarter.Tegasan utama dalam pembentukan struktur geologi (kekar, sesar, vein) di daerah penelitian berarah relatip Timurlaut – Baratdaya. Alterasi yang dijumpai pada daerah penelitian adalah; alterasi filik, argilik, dan propilitik dengan tubuh batuan dasar (host rock) yang terubah umumnya dalah metamorf Komplek Melange Lok-Ulo. Secara umum, daerah penelitian yang tidak mengalami alterasi adalah 70% dengan daerah teralterasi adalah 30%. Mineralisasi bijih pada daerah penelitian adalah berupa; magnetit, pirit, kalkopirit, malakit, dan hematit dengan itensitas kehadirannya relatip kecil dan setempat. Tipe urat yang memiliki keterdapatan mineral bijih adalah tipe urat tekanan (compress) . Berdasarkan hasil uji analisa AAS terhadap 3 sampel batuan di daerah penelitian, mineral bijih ekonomis yang dominan adalah Cu dengan kadar tertinggi 21610 ppm, tepatnya pada lokasi KA-13, dan diikuti oleh unsur mineral Zn dengan kadar 86 – 461 ppm. Pola munculnya alterasi dan mineralisasi pada daerah penelitian, umumnya adalah berpola jalur (channel way) dan menyebar pada tubuh batuan (desminited). Tipe endapan deposit yang didapatkan pada daerah penelitian adalah tipe endapan epitermal sulfida rendah (low-intermediete sulfidation) dengan didasarkan dari ciri khas tekstur urat crustiform, colloform, cockade, dan banded dan kehadiran mineral bijih yang sedikit – banyak, serta didasarkan terhadap pengontrol alterasi dan mineralisasi yang terjadi pada batuan Pra-Tersier daerah penelitian. Daerah penelitian dianggap kurang memiliki potensi ekonomis terhadap mineral bijih ekonomis seperti; Cu, Au, atau Ag. Alterasi dan mineralisasi pada batuan Pra-Tersier yang berumur Kapur - Paleosen di daerah penelitian diasumsikan terjadi setelah keterbentukan Komplek Melange Lok-Ulo (setelah proses akresional Komplek tersebut) oleh karena pengaruh dari magmatik / batuan Tersier dengan umur Oligosen – Miosen. Bukti terdekat yang dapat dijadikan acuan terhadap pengaruh dari batuan / magmatic Tersier berumur Oligosen – Miosen adalah Intrusi diabas di wilayah sekitar Karangsambung. Kata kunci : Lokasi, Geomorfologi, Stratigrafi, Alterasi, Mineralisasi, Karateristik, Paragenesa

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 16 Dec 2019 07:47
Last Modified: 16 Dec 2019 07:47
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/21833

Actions (login required)

View Item View Item