PENGARUH PENINGKATAN WATERCUT DAN GOR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN SEPANJANG FLOWLINE SAMPAI MANIFOLD PADA SUMUR FHM-083 LAPANGAN ABD

ABDU, FAHMI (2019) PENGARUH PENINGKATAN WATERCUT DAN GOR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN SEPANJANG FLOWLINE SAMPAI MANIFOLD PADA SUMUR FHM-083 LAPANGAN ABD. Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (20kB) | Preview
[img]
Preview
Text
HAL PENGESAHAN.pdf

Download (670kB) | Preview
[img]
Preview
Text
RINGKASAN.pdf

Download (8kB) | Preview

Abstract

Lapangan ABD memiliki lapisan produktif di Formasi Jatibarang dimana merupakan sumber produksi minyak utama. Formasi Jatibarang terbagi menjadi 4 siklus batuan reservoir yaitu Tuff S1, Tuff S2, Tuff S3 dan Tuff S4 dengan reservoir utama adalah Tuff S3. Lapangan ABD telah diproduksikan dari tahun 1982 hingga sekarang. Pada sumur FHM-083 yang merupakan salah satu sumur yang berproduksi pada lapangan ABD terjadi penurunan laju alir miyak pada pipa alirnya yang berada diatas permukaan yaitu dari wellhead sampai ke manifold. Penurunan laju alir minyak pada sumur FHM-083 merupakan salah satu problem produksi yang disebabkan karena adanya penurunan tekanan yang juga dipengaruhi oleh prosentase watercutnya, sehingga mengakibatkan perbedaan mobilitas antara minyak dan air sangat tinggi. Kecenderungan adanya peningkatan water cut mengakibatkan adanya penurunan produksi minyak di karenakan adanya perubahan karakteristik fluida produksi, perubahan tekanan alir, perubahan temperatur alir. Dengan laju alir 500 BFPD dimana Pwellhead 174,7 psi, sumur FHM 083 lapangan ABD memiliki panjang flowline 6561ft. Penanganan turunnya tekanan pada pipa alir sumur FHM-083 diawali dengan pengumpulan data-data yang dibutuhkan meliputi data fluida reservoir, tekanan aliran, dan surface facilities. Selanjutnya dilakukan identifikasi problem dari analisa data-data, dilanjutkan dengan dilakukan dengan uji sensitifitas water cut dan GOR. Pada metode penambahan pompa tujuannya memperthankan aliran fluida agar sampai ke manifold, kemudian melakukan uji sensitifitas horse power yang dibutuhkan untuk watercut 50% yang merupakan water cut saat ini, water cut 70% dan water cut 90% yang merupakan prediksi water cut yang akan datang dan pada kondisi GOR 100 scf/stb. Hasil analisa penurunan tekanan terhadap kenaikan watercut menunjukan pada watercut di atas 50% sudah tidak dapat mengalir melalui flowline sepanjang 6561 ft yang merupakan jarak dari wellhead sampai manifold, sehingga perlu di lakukan penambahan pompa pada rangkaian flowline. Horse power yang di butuhkan pada watercut 50% sebesar 80 HP, watercut 70% sebesar 110 HP, watercut 90% sebesar 160 HP. Kemudian hasil analisa terhadap GOR fluida masih dapat mengalir pada GOR 250 scf/stb dan GOR 500 scf/stb tetapi fluida tidak dapat mengalir pada GOR 100 scf/stb sehingga perlu dilakukan penambahan pompa pada rangkaian flowline sebesar 50 HP.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Sarimin Sarimin
Date Deposited: 04 Nov 2019 07:54
Last Modified: 04 Nov 2019 07:54
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/21657

Actions (login required)

View Item View Item