DIPLOMASI INDONESIA DALAM MENANGGAPI REPORT ON PALM OIL AND DEFORESTATION OF RAINFORESTS UNI EROPA TERHADAP PRODUKSI SAWIT INDONESIA (2017-2019)

ABIYOSO, ARYO (2019) DIPLOMASI INDONESIA DALAM MENANGGAPI REPORT ON PALM OIL AND DEFORESTATION OF RAINFORESTS UNI EROPA TERHADAP PRODUKSI SAWIT INDONESIA (2017-2019). Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[img] Text
2 - Cover.pdf

Download (103kB)
[img] Text
5 - Lembar Pengesahan.pdf

Download (480kB)
[img] Text
3 - Abstrak.pdf

Download (89kB)
[img] Text
4 - Daftar Isi.pdf

Download (108kB)

Abstract

ABSTRAK Uni Eropa secara terbuka menjadikan komoditas minyak sawit sebagai komoditas yang tidak berkelanjutan dan membahayakan lingkungan. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh deforestasi atas penggunaan lahan perkebunan sawit dan berbagai masalah yang ditimbulkan. Keputusan Uni Eropa dipertegas dengan dikeluarkannya Arahan Energi Berkelanjutan (Renewable Energy Directive II) oleh Uni Eropa. Indonesia sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar meganggap hal ini sebagai sebuah hambatan dagang karena Uni Eropa merupakan pangsa pasar yang menguntungkan bagi Indonesia. Besarnya kepentingan Ekonomi Indoenesia terhadap komoditas sawit menghasilkan penolakan keras Indonesia terhadap Uni Eropa. Diplomasi menjadi instrumen utama Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi dan diskriminasi Uni Eropa komoditas minyak sawit sawit. Sepanjang tahun 2017 hingga 2019, Indonesia berkomitmen untuk melawan kampanye hitam dan diskirimasi sawit di Uni Eropa melalui berbagai upaya diplomasi baik bilateral maupun multilateral. Kata Kunci: Uni Eropa, Diplomasi Indonesia, Diskriminasi Komoditas Minyak Sawit.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: Basir Umaryadi
Date Deposited: 01 Oct 2019 03:42
Last Modified: 01 Oct 2019 03:42
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/21393

Actions (login required)

View Item View Item