KAJIAN TEKNIS KINERJA ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI PADA PENAMBANGAN BIJIH BAUKSIT DI PT. DINAMIKA SEJAHTERA MANDIRI KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT

KURNIAWAN, M. ZAKA (2019) KAJIAN TEKNIS KINERJA ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI PADA PENAMBANGAN BIJIH BAUKSIT DI PT. DINAMIKA SEJAHTERA MANDIRI KABUPATEN SANGGAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT. Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[img] Text
Cover.pdf

Download (61kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (59kB)
[img] Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (658kB)
[img] Text
Ringkasan & Abstract.pdf

Download (91kB)

Abstract

PT. Dinamika Sejahtera Mandiri (PT. DSM) adalah perusahaan yang bergerak pada penambangan bijih bauksit. Hasil dari penambangan tersebut diekspor ke negara Tiongkok (RRT) dan beberapa negara Eropa. Bijih bauksit digunakan sebagai bahan baku pembuatan aluminium. Penambangan bijih bauksit terletak di Desa Teraju, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. PT. DSM memiliki beberapa area penambangan, salah satunya adalah lubang bukaan Mungguk Ruai. Bijih bauksit di lubang bukaan Mungguk Ruai diangkut menuju tempat pencucian (washing plant) untuk di bersihkan dari material pengotornya. Bijih bauksit yang masuk ke tempat pencucian tiap harinya sebesar 5.393 ton/hari. Sedangkan sasaran produksi dari lubang bukaan Mungguk Ruai adalah sebesar 5.500 ton/hari. Hal ini menunjukkan bahwa sasaran produksi di lubang bukaan Mungguk Ruai tidak tercapai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tidak tercapainya sasaran produksi, mengetahui produksi nyata dari alat-alat mekanis, dan melakukan upaya untuk meningkatkan produksi agar sasaran produksi dapat terpenuhi. Penelitian ini dilakukan dengan mendata semua faktor dan hambatan yang dapat berpengaruh terhadap produksi. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, produksi alat muat mencapai 5.345,18 ton/hari dan produksi alat angkut mencapai 5.279,85 ton/hari. Produksi alat mekanis yang tidak mencapai sasaran disebabkan oleh rendahnya efisiensi kerja alat mekanis. Efisiensi kerja saat ini untuk backhoe Doosan Giant 500LCV sebesar 60,48% dan backhoe Kobelco SK330 sebesar 57,99%. Sedangkan untuk truk MAN CLA 26 280BB sebesar 60,89 % dan truk Hino 500FM 260JD sebesar 58,87%. Upaya untuk meningkatkan produksi adalah dengan memperbaiki efisiensi kerja. Perbaikan efisiensi kerja dilakukan dengan dua alternatif yang tersedia yaitu melakukan pemilihan waktu modus dibawah waktu rata-rata (mean) dan melakukan pengurangan waktu hambatan yang dapat dihindari agar mencapai target produksi. Setelah dilakukan perhitungan terhadap alternatif pertama. Efisiensi alat muat meningkat menjadi 65,16 % dan 63,19 %, sedangkan efisiensi alat angkut meningkat menjadi 66,29 % dan 63,97 %. Dengan meningkatnya efisiensi kerja alat muat dan angkut, maka produksi alat muat meningkat menjadi 5.842,86 ton/hari dan alat angkut meningkat menjadi 5.743,79 ton/hari. Kemudian dilakukan perhitungan terhadap alternatif kedua, efisiensi alat muat meningkat menjadi 62,25 % dan 58,23 %, sedangkan efisiensi alat angkut meningkat menjadi 63,99 % dan 60,55 %. Dengan meningkatnya efisiensi kerja alat muat dan angkut, maka produksi alat muat meningkat menjadi 5.501,11 ton/hari dan alat angkut meningkat menjadi 5.500,28 ton/hari. Dengan demikian sasaran produksi sebesar 5.500 ton/hari dapat terpenuhi.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 30 Sep 2019 05:06
Last Modified: 30 Sep 2019 05:06
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/21354

Actions (login required)

View Item View Item