PENGENDALIAN EROSI PADA TIMBUNAN TOP SOIL dan OVERBURDEN di PT. HARMAK INDONESIA, DESA HARGOWILIS, KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

JIWO SAPUTRO, KRISTANTO (2019) PENGENDALIAN EROSI PADA TIMBUNAN TOP SOIL dan OVERBURDEN di PT. HARMAK INDONESIA, DESA HARGOWILIS, KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Masters thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (228kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Ringkasan.pdf

Download (8kB) | Preview

Abstract

PT. Harmak Indonesia merupakan salah satu perusahaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu andesit di Dusun Celapar III, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. yang memiliki Wilayah Izin Usaha Pertambangan seluas 21,5 Ha. Penambangan andesit secara tambang terbuka menghasilkan top soil dan overburden dari proses pengupasan. Rencana pada pasca tambang PT. Harmak Indonesia adalah lahan bekas tambang dikembalikan fungsinya sebagai pemukiman dan ladang pertanian. Oleh karena itu, keberadaan top soil dan overburden ini sangat penting. Hal yang dapat menjadi masalah terhadap top soil dan overburden ini adalah erosi karena di PT. Harmak Indonesia belum dilakukan penanganan secara khusus terhadap timbunan top soil dan overburden. Pada penelitian ini penulis ingin menghitung jumlah material yang tererosi serta mengklasifikasikan kelas erosi tersebut dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi laju erosi pada lokasi tesebut. Metode yang digunakan untuk pendugaan laju erosi pada penelitian ini menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Faktor yang berpengaruh dalam metode USLE adalah erodibitas tanah (K), erosivitas hujan (R), kemiringan dan panjang lereng (LS), pengelolaan tanah (P), dan pengelolaan tanaman (C). Setelah didapatkan faktor yang berpengaruh terhadap laju erosi, penulis dapat merekomendasikan cara pengurangan laju erosi. Berdasarkan hasil analisis data primer dan sekunder yang diperoleh, pada lokasi penelitian perhitungan pendugaan laju erosi yang terjadi sebesar 450 ton/ha/tahun dan masuk dalam klasifikasi erosi kelas berat menurut Keputusan Ditjen Reboisasi dan Rehabilitasi Departemen Kehutanan No. 041/Kpts/V/1998. Erosi yang terjadi juga merupakan erosi dengan bentuk erosi alur. Faktor yang paling berpengaruh adalah pengelolaan lahan (P) dan Pengelolaan tanaman (C). Maka rekomendasi yang diberikan adalah mengubah faktor tersebut yaitu dengan membuat memindahkan timbunan ke disposal area kemudaian membuat teras tradisional dengan dimensi sudut single slope 230 , tinggi lereng tunggal 3 meter, lebar berm 5 meter, overall slope 140 dengan ketinggian 25 sebagai pengelolaan lahan dan kemudian menanaminya dengan tumbuhan kacang-kacangan. Dari rekomendasi tersebut didapatkan penurunan drastis pendugaan laju erosi dari 232 ton/ha/tahun setara dengan 93 m3 tanah/tahun menjadi 8 ton/ha/tahun setara dengan 3,2 m3 tanah/tahun dan diklasifikasikan dalam kelas erosi normal.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 17 Sep 2019 06:43
Last Modified: 17 Sep 2019 06:43
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/21086

Actions (login required)

View Item View Item