KARAKTERISTIK MINERALOGI BIJIH EMAS UNTUK MENENTUKAN METODE PENGOLAHAN EMAS STUDI KASUS ENDAPAN EMAS EPITERMAL DAERAH KEBONSARI DAN SEKITARNYA KECAMATAN PUNUNG KABUPATEN PACITAN PROPINSI JAWA TIMUR

RIZAL, RIFQI (2018) KARAKTERISTIK MINERALOGI BIJIH EMAS UNTUK MENENTUKAN METODE PENGOLAHAN EMAS STUDI KASUS ENDAPAN EMAS EPITERMAL DAERAH KEBONSARI DAN SEKITARNYA KECAMATAN PUNUNG KABUPATEN PACITAN PROPINSI JAWA TIMUR. Other thesis, Univesitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (508kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (341kB) | Preview

Abstract

Lokasi penelitian terletak di desa Kebonsari, kecamatan Punung, kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak antara 08o 02’ 45” – 08o 03’ 46” S dan 111o 04’ 15” – 111o 05’ 30” E. Objek yang akan diteliti adalah litologi yang berhubungan dengan endapan bijih emas di daerah desa Kebonsari, kecamatan Punung, kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Sampel batuan yang diambil adalah batuan yang teralterasi maupun yang tidak teralterasi, diambil secara selective sampling dengan metoda cip sampling dan grab sampling. Sampel hasil pengambilan di lapangan selanjutnya dianalisa secara mineralogi, geokimia, serta inklusi fluida. Batuan sebagian juga dilakukan uji untuk penentuan proses pengolahan berdasarkan karakteristik yang didapatkan, dengan skala laboratorium. Geomorfologi daerah telitian terbagi menjadi tiga geomorfik yang mencerminkan bentukan lahan/hasil dari proses yaitu perbukitan bukit sisa intrusi (D1), perbukitan berlereng curam (D2) dan lembah sungai (F1). Stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi 4 satuan batuan dari yang tertua ke termuda, yaitu : Satuan breksi vulkanik, intrusi andesit, satuan intrusi dasit dan Endapan Aluvial. Struktur geologi yang dijumpai kekar dan sesar. Sesar yang ada relatif berarah timurlaut-baratdaya dan pembentukannya pada saat yang relatif bersamaan dengan analisa tegasan purba yang menunjukkan arah relatif utara-selatan. Zona Alterasi hidrotermal yang berkembang di daerah penelitian terdiri atas zona alterasi propilitik (klorit-epidot-kalsit), zona alterasi argilik (mineral lempung), dan zona silisifikasi (kuarsa-mineral lempung). Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa mineralisasi bijih (urat kuarsa) umumnya berasosiasi dengan zona silisifikasi dan argilik. Namun beberapa kasus di lokasi pengamatan, urat kuarsa dapat berasosiasi dengan propilitik. Propilitik umumnya berkembang pada daerah luar. Urat-urat kuarsa + logam dasar ± Emas tersebut berstruktur crustiform, colloform, cockade, banded shulpide, disseminated shulpide, vuggy quartz, dan bladed quartz. Mineralisasi umumnya dicirikan kehadiran mineral sulfide (pirit, kalkopirit, galena dan sfalerit), dan precious metal (Au) yang mengisi jalur rekahan dan rongga batuan (quartz vein) dan telah mengalami proses pengayaan supergen.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 01 Feb 2019 04:06
Last Modified: 01 Feb 2019 04:06
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/18312

Actions (login required)

View Item View Item