KAJIAN HIDROLOGI LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS SEBAGAI PENYEMPURNAAN KEBIJAKAN, RENCANA, DAN/ATAU PROGRAM KAWASAN PERTAMBANGAN GUNUNG LAWU

PUTRI, FAIRUS ATIKA REDANTO (2018) KAJIAN HIDROLOGI LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS SEBAGAI PENYEMPURNAAN KEBIJAKAN, RENCANA, DAN/ATAU PROGRAM KAWASAN PERTAMBANGAN GUNUNG LAWU. Masters thesis, Univesitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (279kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (100kB) | Preview
[img]
Preview
Text
lembar pengesahan.pdf

Download (260kB) | Preview

Abstract

Kebijakan penetapan Kawasan pertambangan Gunung Lawu oleh Dinas ESDM yang terdiri dari empat Kabupaten (Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen), menimbulkan dampak negatif pada aspek hidrologi sehingga perlu dilakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) terutama pada Daerah Aliran Sungai Samin sebagai lokasi penelitian yang terdapat kawasan resapan air ± 30.000 Ha, pemukiman seluas ± 3.500 Ha, dan terdapat beberapa Ijin Usaha Pertambangan yang beroperasi sehingga adanya kawasan pertambangan berpengaruh besar terhadap kondisi lingkungan pada lokasi penelitian. Tujuan penelitian yaitu Menganalisis dampak isu pembangunan berkelanjutan dari aspek hidrologi wilayah pertambangan Gunung Lawu, Mengidentifikasi substansi Kebijakan, Rencana, dan/atau Program dalam Rencana Strategi ESDM Jawa Tengah yang menimbulkan dampak negatif (-) terhadap lingkungan, Menganalisis perubahan debit air permukaan dengan pembukaan lahan, Menganalisis perubahan arah dan pola aliran air limpasan akibat adanya pembukaan lahan, dan Memberikan rekomendasi yang dapat diberikan sebagai masukan untuk menjaga Kebijakan, Rencana, dan/atau Program (KRP) untuk mengurangi dampak negatif terhadap kondisi hidrologi setempat. Kajian penelitian menggunakan metode KLHS dengan melakukan identifikasi isu pembangunan berkelanjutan, identifikasi dan telaah terhadap Kebijakan ESDM. Setelah dilakukan kajian mengenai dampak negatif hidrologi yang ditimbulkan, terdapat empat isu pembangunan berkelanjutan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif dalam aspek hidrologi yaitu Penurunan debit air tanah, Terjadi sedimentasi sungai dan waduk, Hilangnya area resapan air dan Meningkatnya debit air limpasan. Kajian lebih dalam dilakukan mengenai perubahan debit air limpasan akibat adanya pembukaan lahan. Hasil perhitungan menunjukkan adanya peningkatan debit air limpasan sebesar 2,26 m3/detik dari debir air limpasan sebelum adanya pembukaan lahan sebesar 1.508,04 m3/detik menjadi 1.510,29 m3/detik. Selanjutnya dampak yang terjadi apabila kebijakan tersebut dilaksanakan tanpa adanya kajian lebih lanjut yaitu hilangnya area resapan air, sehingga ppdiberikan rekomendasi sebagai penyempurnaan kebijakan tersebut. Rekomendasi yang diberikan berupa sebuah peta zonasi pertambangan yang terdapat dua bagian zonasi yaitu zona merah sebagai kawasan yang tidak boleh dilakukan penambangan karena terdapat kawasan hutan lindung, kawasan resapan air, sungai, dan waduk, serta zona kuning sebagai kawasan bersyarat yaitu kawasan boleh dilakukan penambangan dengan syarat tertentu tergantung syarat dari pemerintah kawasan setempat.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 08 Jan 2019 04:23
Last Modified: 08 Jan 2019 04:23
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/17671

Actions (login required)

View Item View Item