RENCANA REKLAMASI PASCATAMBANG PADA PENAMBANGAN ANDESIT CV JATI KENCANA SEMARANG JAWA TENGAH

DWIANTO, DWIANTO (2018) RENCANA REKLAMASI PASCATAMBANG PADA PENAMBANGAN ANDESIT CV JATI KENCANA SEMARANG JAWA TENGAH. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (28kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. COVER.pdf

Download (28kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (349kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI.pdf

Download (24kB) | Preview

Abstract

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik, pada lampiran VI tentang pedoman pelaksanaan reklamasi dan pascatambang menyatakan bahwa Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi wajib melaksanakan reklamasi dan pascatambang tertuang dalam. Perusahaan sudah menyusun dokumen rencana reklamasi pascatambang namun dalam perencaannya tidak memperhitungkan pengendalian erosi. Selain itu kondisi penambangan saat ini tidak sesuai dengan dokumen studi kelayakan. Dimana adanya perubahan bentuk perencaaan desain tambang dengan apa yang terjadi di lapangan. perubahan rencana penambangan ini mengakibatkan peningkatan dari laju erosi. sehingga perlu adanya perencanaan kembali dokumen reklamasi pascatambang. Rencana reklamasi pascatambang yang dilakukan meliputi penataan lahan untuk penanggulangan erosi, serta revegetasi. Penataan lahan dilakukan dengan meratakan lapisan tanah penutup pada dasar kuari, disposal area, dan bekas sarana prasarana. Selanjutnya pada jenjang akan dibuat teras bangku yang dilengkapi dengan saluran air dan tanggul pada bagian paling atas jenjang. Revegetasi yang akan dilakukan adalah penanaman pohon sengon laut sebanyak 1.050 tanaman, revegetasi dilakukan dengan sistem pot dengan dimensi (75x75x75) cm dengan Setelah dilakukan penataan lahan terjadi penurunan laju erosi dari 2.298,59 ton/ha/th (Kelas V, sangat berat) menjadi 8,36 ton/ha/th (Kelas I, sangat ringan) pada lereng bagian utara dan timur, pada lereng bagian selatan terjadi penurunan laju erosi dari 1.647,05 ton/ha/th (Kelas V, sangat berat) menjadi 13,13 ton/ha/th (Kelas I, sangat ringan). Kesimpulan yang di dapat yaitu, penataan lahan dilakukan dengan meratakan lapisan tanah penutup, dan pada jenjang dilakukan dengan pembuatan teras bangku. setelah dilakukan penataan lahan terjadi penurunan tingkat bahaya erosi, revegetasi menggunakan tanaman sengon laut dengan sistem pot dengan dimensi lubang tanam (75x75x75) cm dengan munjung 25 cm dengan jarak tanam (4x4) m.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 27 Dec 2018 03:06
Last Modified: 27 Dec 2018 03:06
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/17637

Actions (login required)

View Item View Item