KAJIAN PENYEBARAN MERKURI PADA SEDIMEN SUNGAI DAN AIR TANAH AKIBAT LIMBAH PENGOLAHAN BIJIH EMAS DENGAN AMALGAMASI DI SUNGAI SANGON II DUSUN SANGON II KALIREJO KOKAP DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

SUMARJONO, ERRY (2018) KAJIAN PENYEBARAN MERKURI PADA SEDIMEN SUNGAI DAN AIR TANAH AKIBAT LIMBAH PENGOLAHAN BIJIH EMAS DENGAN AMALGAMASI DI SUNGAI SANGON II DUSUN SANGON II KALIREJO KOKAP DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (218kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
RINGKASAN-ABSTRACT.pdf

Download (262kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI LENGKAP.pdf

Download (192kB) | Preview

Abstract

RINGKASAN Pengolahan bijih Emas dengan menggunakan Merkuri (amalgamasi) dilakukan oleh penambang emas skala kecil (PESK) di Dusun Sangon II, Kalirejo, Kokap, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengolahan bijih emas dengan menggunakan merkuri menghasilkan air limbah atau tailing yang masih mengandung merkuri yang dialirkan ke sungai. Berdasarkan sifat–sifat fisika dan kimia yang dimiliki Merkuri, Merkuri dapat terbawa ke dalam air sungai,kemudian terendapkan pada sedimen sungai dan / atau meresap ke dalam air tanah. Keberadaan Merkuri di dalam lingkungan dapat menurunkan kualitas lingkungan, karena Merkuri merupakan salah satu logam berat yang bersifat sangat toksik dan berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Penelitian yang dilakukan di sepanjang aliran Sungai Sangon II, Dusun Sangon II, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap ini dilakukan untuk mengukur kandungan merkuri yang terdapat dalam sedimen sungai, air tanah, bijih dan air limbah. Metode pengujian laboratorium untuk menganalisis kandungan merkuri dengan menggunakan alat Mercury Analyzer Lab 254 yang dilakukan di Laboratorium Penelitian Dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada. Kandungan Merkuri dalam 8 sampel sedimen sungai terdapat kandungan Merkuri ( SSD 1 = 0,20 mg/Kg pada jarak 530 m, SSD 2 = 1,96 mg/Kg pada jarak 450 m, SSD 3 = 0,82 mg/Kg pada jarak 350 m, SSD 4 = 0,03 mg/Kg pada jarak 230 m, SSD 5 = 0,007 mg/Kg pada jarak 170, SSD 6 = 0,93 mg/Kg pada jarak 0 m, SSD 7 = 0,44 mg/Kg pada jarak 60 m dan SSD 8 = 0,12 mg/Kg pada jarak 110 m), 3 sampel air tanah terdapat kandungan Merkuri ( S 1 = 0,00030 mg/L pada jarak 550 m, S 2 = 0,00087 mg/L pada jarak 200 m dan S 3 = 0,00039 mg/L pada jarak 510 m), 2 sampel bijih terdapat Merkuri ( SBj = 0,28 mg/L dan SBj 2 = 0,14181 mg/Kg) dan 1 sampel air limbah dengan kandungan Merkuri (SLi = 0, 99994 m/L). Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah Merkuri mengendap pada sedimen sungai dengan dengan konsentrasi yang berbeda-beda berdasarkan jarak dari sumber pencemar dan air tanah pada daerah tersebut telah terkontaminasi merkuri yang menurun konsentrasinya berdasarkan jarak. Air tanah di daerah tersebut telah terkontaminasi Merkuri, meskipun kandungan Merkuri dalam air tanah masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Kata kunci : Merkuri, Emas, Limbah, Sedimen Sungai, Air Tanah, Penambang Emas Skala Kecil (PESK)

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Basir Umaryadi
Date Deposited: 21 Dec 2018 02:57
Last Modified: 21 Dec 2018 02:57
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/17627

Actions (login required)

View Item View Item