EVALUASI PENYIMPANGAN TRAJECTORY TRAYEK 12.25” PEMBORAN BERARAH PADA SUMUR MTD-06 DIRECTIONAL DRILLING LAPANGAN “MATINDOK” PT PERTAMINA EP

PUTRA, DENIDO RAGIL (2015) EVALUASI PENYIMPANGAN TRAJECTORY TRAYEK 12.25” PEMBORAN BERARAH PADA SUMUR MTD-06 DIRECTIONAL DRILLING LAPANGAN “MATINDOK” PT PERTAMINA EP. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of RINGKASAN Denido Ragil 113100050.pdf]
Preview
Text
RINGKASAN Denido Ragil 113100050.pdf

Download (81kB) | Preview

Abstract

Sumur “MTD-06” Lapangan Matindok PT Pertamina EP adalah Tipe Sumur Pemboran Berarah Build and Hold, yang dilakukan bertujuan untuk Menguras Hidrokarbon (Gas) di Struktur Matindok bagian Selatan dari Reservoir Formasi
Minahaki. Sumur “MTD-06” akan di bor hingga kedalaman 2226 m MD / 2213 m TVD dengan KOP 1300 mTVD, BUR 3˚/30 meter, Inklinasi Maksimum 10.09˚, dan Arah
Azimuth 42.05˚ dari Utara ke Timur dari pad yang ada. Pada Pelaksanaan Pemboran Berarah Sumur “MTD-06” terjadi Penyimpangan Lintasan Pemboran Berarah pada
Kedalaman 1562.9 mMD (1560.4 mTVD) – 1822.1 mMD (1815.1 mTVD). Metodologi yang digunakan adalah Membandingkan Antara Trajectory Perencanaan dengan Trajectory Pelaksanaan dengan menggunakan Kriteria Pelaksanaan
Pemboran dikatakan Terjadi Penyimpangan apabila Adanya Deviasi Survey (Inklinasi & Azimuth) pada saat Pelaksanaan Pemboran kemudian di Evaluasi terhadap Faktor
Formasi, Evaluasi Faktor Mekanis dan Evaluasi Faktor Hidrolika. Berdasarkan Hasil Perbandingan Antara Trajectory Perencanaan dan Trajectory
Pelaksanaan dapat disimpulkan Telah Terjadi Penyimpangan. Dimana Penyimpangan Terjadi pada Interval Kedalaman 1562.9 mMD (1560.4 mTVD) – 1882.1 mMD (1815.1
mTVD) dengan Perbedaan Sudut Inklinasi Terbesar yaitu Sebesar 7.72˚. Penyimpangan ini disebabkan oleh Faktor Formasi, Faktor Mekanis dan Faktor Hidrolika. Dari Evaluasi
Faktor Formasi, Penyimpangan yang Terjadi dikarenakan Formasi yang ditembus memiliki Perbedaan Kekerasan Batuan, Bit menembus dari Formasi Lunak (Claystone)
menuju Formasi Keras (Sandstone). Dari Evaluasi Mekanis, Penyimpangan yang terjadi pada Kedalaman 1649.4 mMD karena Efek Fulcrum yakni WOB terlalu Kecil sebesar
1800 lb dan ditanggulangi dengan Efek Pendulum yakni memperbesar WOB menjadi 2529.6 lb agar dapat memperkecil Sudut Inklinasi. Dari Evaluasi Hidrolika, presentase
BHI Actual sebesar 19.1% yang menyebabkan Efek Fulcrum, dimana berdasarkan Metode BHI (Bit Hydraulic Impact) Nilai BHI Actual tersebut Tidak Optimal karena
masih dibawah 48%. Sehingga perlu dilakukan Optimasi, yakni didapatkan Hasil Optimasi Sebesar 48.3 %.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 19 May 2016 07:53
Last Modified: 18 Oct 2022 04:24
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/1728

Actions (login required)

View Item View Item