CORPORATE REPORTING SUPPLY CHAIN BERDASARKAN PROTEKSI INVESTOR: STUDI EMPIRIS PADA SEKTOR INDUSTRI ENERGI PADA KAWASAN ASIA

SURYANINGSUM, Sri and SISWANTI, Yuni and WIDIASTUTI, Sri Wahyuni (2016) CORPORATE REPORTING SUPPLY CHAIN BERDASARKAN PROTEKSI INVESTOR: STUDI EMPIRIS PADA SEKTOR INDUSTRI ENERGI PADA KAWASAN ASIA. FEB UGM.

[img]
Preview
Text
B42 Prof SWD.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
B42 Prof Jogiyanto.pdf

Download (238kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini sangat penting dan ditujukan untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan berkaitan dengan pengujian model Corporate Reporting Supply Chain yang dikaitkan dengan kluster negara berdasarkan supremasinya dalam proteksi investor Leuz et al. (2003). Penelitian ini dilakukan terhadap sebelas Negara-negara Asia yang sudah terlebih dahulu dilakukan pengelompokkan kluster oleh Leuz et al. (2003). Kluster 1 terdiri dari Singapura, Hong Kong, dan Malaysia. Kluster 2 terdiri dari Taiwan dan Jepang. Kluster 3 terdiri dari Korea, India, Indonesia, Thailand, Pakistan, dan Pilipina. Hipotesis yang diajukan berkaitan dengan model corporate reporting supply chain untuk seluruh negara Asia. Indeks CRSC berasal dari nilai total pihak publik, pihak/tim GCG, pihak pemegang saham, pihak managemen, pihak korporat, pihak Negara. Pihak negara berasal dari nilai overall country risk. Variabel pemoderasian dalam penelitian ini adalah pengaruh pihak negara dengan konsentrasi kepemilikan dan pengaruh pihak korporat/ perusahaan dengan konsentrasi kepemilikan. Sampel berasal dari perusahaan-perusahaan sektor industri energi. Tahun amatan adalah 2008 sampai dengan 2000. Data berasal dari Osiris yang disediakan oleh FEB UGM. Hipotesis pertama diuji dengan alat analisis regresi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan program SPSS menunjukkan bahwa variabel-variabel independen yaitu pihak publik, pihak managemen, pihak regulator, pihak korporat, pihak Negara, pihak Negara dengan kepemilikan, pihak Negara dengan konsentrasi kepemilikan mempunyai pengaruh terhadap CRSC. Untuk hipotesis dua diuji dengan alat analisis ANOVA. Untuk nilai signifikansi ANOVA sebesar 0.01 yang berarti bahwa secara statistika nilai indeks CRSC berbeda untuk masing-masing kluster. Penelitian ini juga berhasil menemukan bahwa nilai indeks CRSC yang tertinggi adalah kluster 2. Indeks CRSC yang tinggi juga mencerminkan proteksi investor dalam hal peran negara dalam melindungi investor. Atas dasar ini, seharusnya pengklusteran berdasarkan Leuz (2003) perlu di revisi untuk sektor industri energi.

Item Type: Other
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: SRI SURYANINGSUM -
Date Deposited: 29 Oct 2018 03:22
Last Modified: 29 Oct 2018 03:22
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/17183

Actions (login required)

View Item View Item