PRARANCANGAN PABRIK KIMIA SIRUP GLUKOSA DARI TAPIOKA KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN

CAHYA STEVANY ABIDIN, NUR and EKA PAWITRA, HANNA (2018) PRARANCANGAN PABRIK KIMIA SIRUP GLUKOSA DARI TAPIOKA KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
cover skripsi-converted.pdf

Download (131kB) | Preview
[img]
Preview
Text
INTISARI.pdf

Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (83kB) | Preview

Abstract

Pabrik Sirup Glukosa dirancang dengan kapasitas 100.000 ton/tahun, menggunakan bahan baku Tapioka yang diperoleh dari PT.Tecnoagri, Lampung Selatan. Lokasi pabrik didirikan di kawasan industri Way Pisang, Lampung Selatan. Perusahaan akan didirikan dengan badan hukum Perseroan Terbatas (PT), dengan jumlah karyawan 233 orang. Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun, dengan proses produksi selama 24 jam/hari dan luas tanah yang diperlukan adalah 14 hektare. Sirup Glukosa dibuat melalui 3 proses yaitu, gelatinasi, likuifikasi dan sakarifikasi. Gelatinasi adalah tahap awal pembentukan tapioka menjadi slurry dengan suhu dijaga 85oC dan tekanan 1 atm. Proses Likuifikasi, dimana slurry menjadi lebih cair menggunakan bantuan katalis enzim a-amilase yang direaksikan dengan CaCl2. Pada proses ini menggunakan Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB-01) yang berjumlah 1 dengan lama waktu reaksi 1 jam dan suhu operasi 95oC tekanan 1 atm. Proses Sakarifikasi, yaitu proses pembentukan sirup glukosa dengan bantuan enzim glukoamilase. Pada proses ini menggunakan Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB-02) dengan waktu reaksi selama 18 jam, agar proses berjalan continue maka reaktor yang digunakan berjumlah 11 disusun secara paralel. Kedua reaksi ini bersifat eksotermis sehingga untuk menjaga suhu diperlukan pendingin air. Hasil keluar reactor berupa campuran sirup glukosa, dekstrin, sisa pati, a-amilase, HCl, CaCl2, glukoamilase dan air. Untuk mengikat a-amilase dan glukoamilase ditambahkan arang aktif yang berguna untuk mengikat kedua enzim tersebut. Selain itu, arang aktif digunakan untuk menjernihkan produk. Kemudian dialirkan kedalam Rotarty Drum Vacuum Filter (RDVF) untuk memisahkan padatan yang terkandung diantaranya pati dan arang aktif yang sudah mengikat enzim. Setelahnya untuk menghilangkan HCl dan CaCl2 produk dialirkn kedalam Ion Exchange(IE). Dikarenkan produk yang diinginkan dengan konsentrasi 60% maka diperlukan penguapan air yang terkandung dengan menggunakan Evaporator(EV). Kemudian produk dengan konsentrasi 60% disimpan dalam tangki penyimpan produk (T-04) dan didistribusikan dalam kapasitas drum. Utilitas yang diperlukan oleh Pabrik Sirup Glukosa berupa air dari PDAM Tirta Jasa, Lampung Selatan sebanyak 102347,087 kg/jam dengan air make up sebanyak 23588,595 kg/jam. Steam yang digunakan sebagai media pemanas adalah steam jenuh pada suhu 110oC tekanan 1,4 atm sebanyak 13928,96 kg/jam. Daya listrik sebesar 548,9kW disuplai dari PLN dengan cadangan 1 buah generator berkekuatan 630kW. Kebutuhan bahan bakar minyak diesel untuk generator sebanyak 37796,985 liter/tahun. Udara tekan diproduksi oleh pabrik sesuai kebutuhan yaitu sebanyak 148,8m3/jam Pabrik ini membutuhkan Fixed Capital Rp.328.628.715.316,77 dan $.5,832,275.69. Working Capital sebesar Rp. 285.405.119.448. Analisis ekonomi pabrik Sirup Glukosa ini menunjukkan nilai ROI sebelum pajak sebesar 47% dan ROI sesudah pajak sebesar 35%. Nilai POT sebelum pajak adalah 1,7 tahun dan POT sesudah pajak adalah 2,2 tahun. BEP sebesar 45% kapasitas produksi xiii dan SDP sebesar 22% kapasitas produksi. DCF sebesar 37%. Berdasarkan data analisis ekonomi tersebut, maka pabrik Sirup Glukosa ini layak untuk dikaji lebih lanjut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 10 Oct 2018 03:11
Last Modified: 10 Oct 2018 03:11
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/16862

Actions (login required)

View Item View Item