KAJIAN KONDISI KETERSEDIAAN AIR TANAH BERDASARKAN ANALISIS DATA TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DAN NERACA AIR DI LAPANGAN “X”, KABUPATEN ASAHAN, PROVINSI SUMATERA UTARA

HUTABARAT, IVAN BONARDO (2018) KAJIAN KONDISI KETERSEDIAAN AIR TANAH BERDASARKAN ANALISIS DATA TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DAN NERACA AIR DI LAPANGAN “X”, KABUPATEN ASAHAN, PROVINSI SUMATERA UTARA. Other thesis, Univesitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
2. Abstrak-Ivan Bonardo Hutabarat-115130104.pdf

Download (387kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. Cover-Ivan Bonardo Hutabarat-115130104.pdf

Download (402kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. Lembar Pengesahan-Ivan Bonardo Hutabarat-115130104.pdf

Download (345kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. Daftar Isi-Ivan Bonardo Hutabarat-115130104.pdf

Download (331kB) | Preview

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan vital bagi kelangsungan makhluk hidup. Pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri meningkatkan kebutuhan akan air, begitu pula di Kabupaten Asahan. Oleh karena itu, penelitian yang berkaitan dengan ketersediaan air tanah telah dilakukan di Lapangan “X”, Kabupaten Asahan yang terletak pada koordinat 2°03'- 3°26' Lintang Utara, 99°1'-100°0' Bujur Timur. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan 2 data, yaitu data tahanan jenis konfigurasi schlumberger dan neraca air. Jumlah titik pengukuran dalam pengukuran tahanan jenis adalah 27 titik. Data neraca air merupakan data perhitungan curah hujan dan evapotranspirasi yang dapat diakses melalui BMKG. Pengolahan data tahanan jenis meliputi pengolahan inversi 1D, korelasi antar titik untuk melihat kemenerusan akuifer, pembuatan peta ketebalan, kedalaman dan zonasi akuifer, pemodelan 3D akuifer serta perhitungan neraca air (water balance) untuk menentukan kondisi air di permukaan. Berdasarkan analisis dan interpretasi terhadap hasil pengolahan, nilai resistivitas akuifer pada lokasi penelitian cukup variatif, yaitu antara 20 Ω.m hingga 100 Ω.m dimana lapisan yang berperan menjadi akuifer adalah lapisan pasir, pasir lempungan, pasir kerikilan dan breksi tufaan. Ketebalan minimal dari akuifer adalah 10 meter dan ketebalan maksimal adalah 165 meter. Kedalaman akuifer juga tergolong cukup beragam, antara 7 m hingga 200 m. Model 3D menunjukkan bahwa akuifer pada daerah penelitian menebal ke arah tenggara. Potensi akuifer di daerah penelitian cukup baik karena ketebalan dari masing-masing akuifer yang cukup besar, yaitu 10 m hingga 165 m . Sementara itu, ditinjau dari hasil perhitungan neraca air, selama periode 2010 hingga 2015 terjadi kondisi defisit (kekurangan air), sedangkan pada tahun 2016 terjadi kondisi surplus (kelebihan air). Analisis dari dua jenis data yang digunakan, data tahanan jenis dan neraca air, memberikan kesimpulan bahwa walaupun potensi akuifer di daerah penelitian baik, namun ketersediaan air tanah belum tentu baik dikarenakan kondisi air permukaan yang berperan sebagai supply bagi akuifer sering kali defisit. Kata kunci: Air tanah, Tahanan jenis, Schlumberger, Neraca air.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 03 Oct 2018 02:21
Last Modified: 03 Oct 2018 02:21
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/16684

Actions (login required)

View Item View Item