RANCANGAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA TAMBANG BATU ANDESIT KUARI CIWUNI PT. BATU MULYO BERJAYA, KEC. KESUGIHAN, KAB. CILACAP, PROVINSI JAWA TENGAH

WIJAYA, BISMA NOVELA (2018) RANCANGAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA TAMBANG BATU ANDESIT KUARI CIWUNI PT. BATU MULYO BERJAYA, KEC. KESUGIHAN, KAB. CILACAP, PROVINSI JAWA TENGAH. Other thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL 'VETERAN' YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
3. COVER.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. DAFTAR ISI.pdf

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (646kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (28kB) | Preview

Abstract

PT. Batu Mulyo Berjaya (PT. BMB) sebagai salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan ingin memanfaatkan potensi lokal, khususnya potensi batu Andesit di daerah Cilacap. Sistem penambangan yang digunakan yaitu tambang terbuka dengan metode kuari. Sistem penambangan ini sangat dipengaruhi oleh cuaca setempat, terutama curah hujan. Pada saat kondisi cuaca ekstrim berupa adanya curah hujan yang tinggi maka air hujan yang turun dapat menggenang di area penambangan dan mengalir ke jalan tambang serta ke daerah sekitar tambang yang letaknya lebih rendah. Oleh karena itu, perlu dibuat rancangan sistem penyaliran tambang yang memadai agar operasi penambangan dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan analisis data curah hujan tahun 2009 - 2015, diperoleh curah hujan rencana 148,35 mm/hari, intensitas curah hujan 51,43 mm/jam dengan periode ulang hujan 3 tahun dan risiko hidrologi sebesar 86,83 %. Luas daerah tangkapan hujan (DTH) pada setiap push back dan debit air limpasannya berturut-turut sebagai berikut: 1. Push Back ke - 1: DTH I = 0,055 km²; 0,57 m³/detik 2. Push Back ke - 2: DTH I = 0,055 km²; 0,67 m³/detik 3. Push Back ke - 3: DTH I = 0,055 km²; 0,71 m³/detik Luas dan debit pada DTH II dan III tidak mengalami perubahan pada setiap push back, yaitu DTH II memiliki luas 0,161 km², dengan debit 1,38 m³/detik; dan DTH III memiliki luas 0,009 km², dengan debit 0,12 m³/detik. Saluran terbuka perlu dibuat untuk mengalirkan air limpasan ke luar dari area penambangan menuju kolam pengendapan dan sungai. Saluran terbuka (ST) yang direncanakan memiliki dimensi sebagai berikut: 1. Push Back ke - 1: ST-1: h = 0,6 m; d = 0,7 m; B = 0,7 m; b = 1,5 m; a = 0,9 m, ST-4: h = 1,0 m; d = 1,2 m; B = 1,2 m; b = 2,4 m; a = 1,4 m. 2. Push Back ke - 2: ST-1: h = 0,7 m; d = 0,8 m; B = 0,8 m; b = 1,6 m; a = 1,0 m, ST-4: h = 1,1 m; d = 1,3 m; B = 1,3 m; b = 2,5 m; a = 1,5 m. 3. Push Back ke - 3: ST-1: h = 0,7 m; d = 0,8 m; B = 0,8 m; b = 1,6 m; a = 1,0 m, ST-4: h = 1,1 m; d = 1,3 m; B = 1,3 m; b = 2,5 m; a = 1,5 m. Saluran Terbuka 2 dan 3 dimensinya tidak berubah pada setiap push back, yaitu: ST-2: h = 0,9 m; d = 1,0 m; B = 1,0 m; b = 2,1 m; a = 1,2 m, dan ST-3: h = 0,4 m; d = 0,5 m; B = 0,5 m; b = 0,9 m; a = 0,5 m. Disamping itu, terdapat tiga gorong-gorong (GG) yang berfungsi untuk mengalirkan air limpasan yang memotong jalan angkut. Penampang gorong-gorong berbentuk lingkaran terbuat dari beton dengan diameter minimal: GG-1: 0,80 m, GG-2: 0,40 m, dan GG-3: 1,20 m. Air tambang dari saluran terbuka sebelum dialirkan ke sungai dijernihkan terlebih dahulu pada kolam pengendapan. Kolam pengendapan mempunyai volume 2.538 m3. Pembersihan (pengerukan) endapan pada kolam pengendapan harus

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Sarimin Sarimin
Date Deposited: 12 Jan 2018 02:24
Last Modified: 12 Jan 2018 02:24
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/14136

Actions (login required)

View Item View Item