EVALUASI KEBERHASILAN PENERAPAN METODE PEMBORAN MANAGED PRESSURE DRILLING PADA SUMUR X-2 TRAYEK 8 1/2” DIBANDINGKAN DENGAN SUMUR X-1 PADA TRAYEK 6 1/8” TANPA METODE PEMBORAN MANAGED PRESSURE DRILLING LAPANGAN MANDURU PT PERTAMINA EP

STELLA HAPSARI BERE, MARIA (2017) EVALUASI KEBERHASILAN PENERAPAN METODE PEMBORAN MANAGED PRESSURE DRILLING PADA SUMUR X-2 TRAYEK 8 1/2” DIBANDINGKAN DENGAN SUMUR X-1 PADA TRAYEK 6 1/8” TANPA METODE PEMBORAN MANAGED PRESSURE DRILLING LAPANGAN MANDURU PT PERTAMINA EP. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
1) Cover.pdf

Download (105kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2) Lembar Pengesahan.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3) DAFTAR ISI.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4) Abstrak.pdf

Download (191kB) | Preview

Abstract

Proses pemboran pada formasi berupa fractured basement akan dijumpai berbagai problem pemboran. Seperti pada sumur X-1 trayek 6 1/8” terdapat problem pemboran berupa influx fluida dan adanya potensi kerusakan reservoir, karena pada trayek tersebut lumpur pemboran yang digunakan densitasnya lebih tinggi dengan solid content sebesar 6-8%. Maka pada sumur X-2 trayek 8 1/2” lumpur pemboran yang digunakan densitasnya lebih rendah dengan solid content sebesar 1%. Untuk menjaga tekanan tetap berada pada pressure window maka diterapkan metode pemboran Managed Pressure Drilling jenis Constant Bottom Hole Pressure (MPD-CBHP) dengan penambahan Surface Back Pressure (SBP). Untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan metode pemboran MPDCBHP pada sumur X-2 trayek 8 1/2” langkah pertama adalah melakukan pengumpulan data parameter-parameter pemboran untuk mengetahui tekanan bawah permukaan. Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan Bottom Hole pressure (BHP) dan Equivalent Circulating Density efektif (ECD ) untuk mendapatkan grafik pressure window dan mud window pada sumur X-1 dan X-2. Evaluasi tekanan bawah permukaan digunakan untuk membandingkan kondisi pemboran tanpa metode MPD-CBHP maupun dengan menggunakan metode tersebut. Selanjutnya mengevaluasi keberhasilan penerapan metode MPD-CBHP pada sumur X-2 trayek 8 1/2” dibandingkan dengan % solid content, biaya dan waktu pemboran pada sumur X-1 trayek 6 1/8”. Sehingga lumpur pemboran pada sumur X-2 trayek 8 1/2” berhasil menghasilkan solid content sebesar 1%, karena dengan menerapkan metode MPD-CBHP desain lumpur pemborannya tidak perlu menggunakan weighting agent berupa barite dan solid control equipment yang digunakan lebih maksimal dalam menurunkan kadar solid dengan ukuran screen sebesar API 170 sampai 230. Biaya pemboran per meternya lebih rendah sebesar $2.553 per meter dan menghasilkan pemboran yang lebih efisien dengan total waktu pemboran selama 25 hari dan panjang trayek 850,12 m sehingga kecepatan pemborannya adalah 34 m per hari. eff

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 03 Oct 2017 02:38
Last Modified: 03 Oct 2017 02:38
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/13117

Actions (login required)

View Item View Item