PENGARUH PEMBERIAN BATUAN FOSFAT ALAM DAN MIKROORGANISME PELARUT FOSFAT TERHADAP P-TERSEDIA LATOSOL DAN PERTUMBUHAN JAGUNG MANIS (Zea mays L.)

NANARIAIN, MARCKO FERDIAN (2017) PENGARUH PEMBERIAN BATUAN FOSFAT ALAM DAN MIKROORGANISME PELARUT FOSFAT TERHADAP P-TERSEDIA LATOSOL DAN PERTUMBUHAN JAGUNG MANIS (Zea mays L.). Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 00-HALAMAN SAMPUL SKRIPSI.pdf]
Preview
Text
00-HALAMAN SAMPUL SKRIPSI.pdf

Download (112kB) | Preview
[thumbnail of 04-ABSTRAK & ABSTRACT.pdf]
Preview
Text
04-ABSTRAK & ABSTRACT.pdf

Download (194kB) | Preview
[thumbnail of 06-DAFTAR ISI.pdf]
Preview
Text
06-DAFTAR ISI.pdf

Download (9kB) | Preview
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN.pdf]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (473kB) | Preview
[thumbnail of daftar pustaka.pdf] Text
daftar pustaka.pdf

Download (150kB)

Abstract

Permasalahan status hara yang tidak tersedia pada latosol terutama hara P dapat diatasai dengan pemberian mikroorganisme pelarut P dan untuk meningkatkan jumlah hara P pada latosol secara alami dapat digunakan fosfat alam karena lebih efektif dengan sifatnya yang slow release. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian batuan fosfat alam, dan mikroorganisme pelarut fosfat terhadap P-tersedia latosol dan pertumbuhan jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca dan laboratorium Nutrisi Tanaman dan Teknologi Pupuk Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Rancangan penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari dua faktor. Faktor pertama takaran Fosfat Alam yakni P0 : 0 kg/ha, P1 : 25 kg/ha, P2 : 50 kg/ha, P3 : 75 kg/ha dan P4 : 100 kg/ha, faktor kedua yakni MoPP M0: tanpa MoPP dan M1: dengan MoPP, sehingga kombinasi antar perlakuan menghasilkan 10 macam kombinasi, dengan 3 ulangan akan didapatkan 30 pot percobaan. Parameter yang digunakan pada analisis tanah awal dan akhir meliputi P tersedia latosol, P-jaringan, pH H2O latosol, KPK latosol, kandungan P2O5 pada fosfat alam, analisis tanaman meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter penelitian dengan menggunakan sidik ragam (Analisis of varians) dengan beda nyata 5 %, sedangkan untuk mengetahui perbandingan antar perlakuan digunakan uji berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan Pemberian Batuan Fosfat Alam (BFA) berpengaruh nyata meningkatkan KPK tanah, P-tersedia, tinggi dan berat kering jagung manis, tidak berpengaruh nyata terhadap pH H2O dan kadar P-jaringan. Pemberian Mikroorganisme Pelarus Fosfat (MoPP) berpengaruh nyata berpengaruh nyata meningkatkan P-tersedia latosol, tinggi dan berat kering jagung manis, dan tidak berpengaruh nyata dalam meningkatkan pH H2O, KPK latosol, dan kadar P-jaringan. Perlakuan BFA dan MoPP dengan dosis 3,10g/pot (setara 75 kg/ha) berpengaruh nyata meningkatkan P-tersedia latosol, sedangkan pemberian MoPP dan BFA dosis 1,03g/pot (setara 25kg/ha) berpengaruh nyata meningkatkan tinggi dan berat kering jagung manis, Tetapi kedua perlakuan tersebut tidak berpengaruh nyata meningkatkan pH2O, KPK latosol, kadar P-jaringan.
Kata Kunci: latosol, jagung manis, batuan fosfat alam, unsur P, MoPP, BFA

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: latosol, jagung manis, batuan fosfat alam, unsur P, MoPP, BFA
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 18 Jul 2017 07:27
Last Modified: 21 Nov 2023 07:33
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/12299

Actions (login required)

View Item View Item