KAJIAN PENATAAN LAHAN DALAM UPAYA PENAGGULANGAN EROSI DI PIT 6800 BLOK 03 SOUTH BLOCK PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATUBARA DI PT. TRUBAINDO COAL MINING KECAMATAN MELAK KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR

DWI UTOMO, RIYAN (2017) KAJIAN PENATAAN LAHAN DALAM UPAYA PENAGGULANGAN EROSI DI PIT 6800 BLOK 03 SOUTH BLOCK PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATUBARA DI PT. TRUBAINDO COAL MINING KECAMATAN MELAK KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANTAN TIMUR. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
2 ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
3 COVER.pdf

Download (27kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4 LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (114kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5 DAFTAR ISI.pdf

Download (14kB) | Preview

Abstract

PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) merupakan anak perusahaan PT. Indo Tambangraya Megah, Tbk. PT. TCM memiliki Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Lokasi tambang terletak di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Melak, Kecamatan Damai, Muara Lawa, dan Kecamatan Bentian Besarkutai barat kalimantan timur dengan WIUP Produksi seluas 23.650 hektar. Sistem penambangan yang dilakukan PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) adalah tambang terbuka dengan metode strip mine. Pengendalian erosi dilakukan dengan konservasi tanah teras bangku, teras datar, saluran, tanggul di area tambang, menanam tanaman penutup dan jenis tanaman fast growing. Perhitungan laju dan tingkat erosi menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation). Faktor yang mempengaruhi perhitungan tersebut adalah faktor indeks erosivitas hujan (R), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), faktor erosidabilitas tanah (K), faktor konservasi lahan (P), dan faktor pengelolaan tanaman (C). Untuk mendapatkan faktor R dilakukan dengan perhitungan curah hujan sehingga didapatkan curah hujan bulanan rencana (Pb), jumlah hari hujan (n), dan curah hujan maksimum (Pmax). Satuan indeks erosivitas hujan (S) dinyatakan dalam KJ/hektar. Faktor K didapat dari sifat tanah lokasi penelitian apabila terkena gaya tetesan air hujan dan aliran permukaan yang bersifat merusak struktur tanah. Faktor P didapat dengan merencanakan bentuk lahan yang aman dan stabil agar tidak mudah tererosi. Faktor C didapat dari sifat tanaman dalam mencegah air hujan yang memiliki gaya perusak tanah, serta nilai C juga dipengaruhi oleh sifat tanaman yang dapat meningkatkan infiltrasi air permukaan untuk masuk ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi dan mencegah terjadinya aliran permukaan yang dapat mengakibatkan erosi. Penataan lahan yang dilakukan oleh PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) dalam upaya untuk pengendalian erosi dilakukan dengan cara mekanis dan vegetatif. Cara mekanis yaitu penataan permukaan lahan dengan alat berat maupun tenaga manusia, sedangkan cara vegetatif yaitu dengan penanaman cover crop serta tanaman inti sengon, jabon. Dalam penataan permukaan lahan dilakukan dengan bulldozer, pembongkaran dan pengangkutan tanah pucuk dari Topsoil stok menuju area penataan lahan menggunakan excavator dan dump truck. Pembuatan saluran air, tanggul dan pembuatan lobang tanam, Besarnya laju erosi lokasi jenjang sebelum dilakukan pengendalian erosi adalah 404,45 ton/ha/tahun termasuk dalam kategori sangat berat, setelah dilakukan pengendalian erosi menjadi 21,21 ton/ha/tahun sehingga termasuk dalam kategori ringan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 06 Apr 2017 07:04
Last Modified: 06 Apr 2017 07:04
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/11728

Actions (login required)

View Item View Item