ANALISIS KEBIJAKAN PENYALAAN LAMPU SIANG HARI BAGI KENDARAAN BERMOTOR (SUATU TINJAUAN ARGONOMI DISPLAY)

WIJAYANTO, TRI (2011) ANALISIS KEBIJAKAN PENYALAAN LAMPU SIANG HARI BAGI KENDARAAN BERMOTOR (SUATU TINJAUAN ARGONOMI DISPLAY). Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (15kB) | Preview

Abstract

Meningkatnya angka kecelakaan yang dimana sebagian besar menimpa pengguna sepeda motor, maka pemerintah pusat menerapkan pasal 107 UndangUndang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dimana isi dari UU ini mengharuskan sepeda motor menyalakan lampu utama baik siang maupun pada malam hari. Peraturan ini dibuat untuk menjaga keselamatan para pengguna jalan raya dan diharapkan dapat menekan tingkat kecelakaan baik dari arah berlawanan maupun yang searah. Dengan dinyalakannya lampu utama, maka pengguna jalan raya terutama pengemudi mobil akan mengetahui dari kaca spion, jika ada sepeda motor yang tiba-tiba berbelok atau hendak menyusul. Hal ini disebabkan cahaya yang keluar dari lampu akan memantul di spion dan membuat pengemudi lain lebih waspada. Di karenakan semakin banyaknya kendaraan bermotor yang berada di jalanan serta semakin banyaknya terjadi kecelakaan, maka masyarakat pengguna lalu lintas, khususnya pengendara sepeda motor, diimbau dalam berkendara agar menyalakan lampu sepeda motor pada siang hari. Maksud dan tujuan menyalakan lampu pada siang hari guna menekan terjadinya angka kecelakaan lalu lintas, terutama yang sering menimpa pengendara sepeda motor. Berdasarkan permasalahan yang telah di kemukakan diatas maka peneliti mencoba melakukan penelitian dengan menggunakan skala de-Boer untuk mengetahui tingkat silau yang ditimbulkan oleh pencahayaan lampu utama sepeda motor pada siang hari dan diharapkan mampu memberi masukan, mengganggu tidaknya dengan penyalaan lampu utama sepeda motor pada siang hari. Dengan menggunakan skala de-Boer hasil yang diperoleh pada pengukuran siang hari menunjukan kesan silau antara silau-masih-dapat-diterima (skala 5) hingga silau-mengganggu (skala 3). Sedangkan pada pengukuran malam kesan silau yang didapatkan antara silau-mengganggu (skala 3) hingga silau-tidak-dapatdiabaikan (skala 1). Sehingga penyalaan lampu pada siang hari masih dapat diterima oleh mata karena silau yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu pandangan bila dibandingkan pada malam hari. Kata kunci: Sepeda Motor, Lampu Utama, Tingkat Kesilauan, Skala de-Boer

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Muji Isambina
Date Deposited: 11 Jan 2017 01:58
Last Modified: 11 Jan 2017 01:58
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/10767

Actions (login required)

View Item View Item